BERITA TERKINI
Ebi Kembali Populer, Bumbu Tradisional dengan Rasa Umami Kuat

Ebi Kembali Populer, Bumbu Tradisional dengan Rasa Umami Kuat

Di tengah maraknya tren masakan instan dan modern, sejumlah bahan tradisional kembali dilirik para pecinta kuliner. Salah satunya adalah ebi, udang kecil kering yang sejak lama menjadi andalan dalam berbagai masakan Nusantara.

Ebi umumnya dibuat dari udang rebon atau udang berukuran kecil yang dikeringkan dan diasinkan. Bahan ini dikenal memiliki aroma khas serta rasa umami yang kuat. Dalam kuliner Indonesia, ebi kerap hadir sebagai penambah rasa pada sambal, tumisan, hingga isian lemper dan bakwan. Keberadaannya tidak hanya memperkaya cita rasa, tetapi juga mencerminkan kekayaan olahan hasil laut di Tanah Air.

Chef Yuda Bustara menilai ebi sebagai “penyumbang rasa gurih alami yang tidak tergantikan.” Ia juga menyebut ebi cocok dengan selera masyarakat Indonesia yang menyukai cita rasa kuat dan berlapis.

Penggunaan udang kecil kering ini tidak terbatas di Indonesia. Dalam kuliner Jepang, ebi dikenal sebagai sakura ebi dan kerap digunakan sebagai topping ramen atau campuran tempura.

Meski demikian, para ahli pangan mengingatkan agar konsumsi ebi tetap dibatasi. dr. Intan Pratiwi, ahli gizi dari Universitas Indonesia, mengatakan kandungan natrium pada ebi tergolong tinggi karena melalui proses pengawetan garam. “Meski lezat dan bergizi, ebi adalah bahan yang telah melalui proses pengawetan garam. Konsumsi berlebihan bisa memengaruhi tekanan darah,” ujarnya.

Seiring meningkatnya minat pada makanan tradisional dan olahan laut, ebi dinilai tidak lagi sekadar bumbu dapur, melainkan turut menjadi bagian dari kebangkitan warisan kuliner Indonesia.