BERITA TERKINI
Dugaan Penggelembungan Harga Bahan Pangan di Dapur MBG Lebak Disorot, Aktivis Minta Audit Terbuka

Dugaan Penggelembungan Harga Bahan Pangan di Dapur MBG Lebak Disorot, Aktivis Minta Audit Terbuka

LEBAK – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Lebak mulai mendapat sorotan menyusul munculnya dugaan penggelembungan harga bahan pangan dalam operasional dapur program tersebut.

Sejumlah kalangan mempertanyakan kesesuaian harga beberapa komoditas yang digunakan dalam MBG dengan harga pasar. Perbedaan harga yang dinilai cukup mencolok memunculkan kecurigaan adanya proses pengadaan yang kurang transparan, yang dikhawatirkan dapat merugikan keuangan negara sekaligus berdampak pada kualitas makanan bagi penerima manfaat.

Aktivis Lebak, Idham M. Haqim, menilai program yang berkaitan dengan kebutuhan dasar masyarakat semestinya dikelola secara terbuka dan akuntabel agar tidak menimbulkan keraguan di tengah publik.

“Program makanan bergizi ini menyangkut kepentingan masyarakat luas. Jika benar ada indikasi penggelembungan harga bahan pangan, tentu hal ini harus segera ditelusuri agar tidak merugikan publik,” ujar Idham, Selasa (10/3/2026).

Menurut Idham, informasi yang dihimpun dari berbagai sumber di lapangan menunjukkan adanya perbedaan harga bahan pangan yang dinilai tidak wajar dibandingkan harga yang beredar di pasaran. Ia meminta hal tersebut mendapat perhatian serius dari pihak terkait agar program yang ditujukan untuk memberi manfaat tidak justru memunculkan persoalan baru.

“Program seperti ini harus dijaga integritasnya. Jika ada indikasi mark-up harga, maka transparansi anggaran menjadi hal yang sangat penting,” katanya.

Ia juga mendorong dilakukannya audit terbuka dan pengawasan yang lebih ketat terhadap pengelolaan dapur MBG, khususnya pada proses pengadaan bahan pangan dan penggunaan anggaran operasional. Idham menilai keterbukaan informasi mengenai mekanisme pengadaan, penentuan harga, hingga pengelolaan anggaran perlu disampaikan secara jelas kepada publik guna mencegah spekulasi.

“Jika semuanya transparan, masyarakat tentu akan lebih percaya bahwa program ini benar-benar dijalankan untuk kepentingan rakyat,” tambahnya.

Idham berharap lembaga pengawas serta pihak berwenang dapat menelusuri informasi yang berkembang secara objektif agar kebenaran terkait dugaan tersebut dapat diketahui dengan jelas.

Di sisi lain, sejumlah pihak menilai Program Makan Bergizi Gratis memiliki tujuan penting untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat, terutama anak-anak dan kelompok rentan. Karena itu, pengelolaan program diharapkan tetap berjalan profesional, transparan, dan bebas dari potensi penyimpangan agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan.