BERITA TERKINI
Dubai Chocolate Viral di Media Sosial, Didorong Daya Tarik Visual dan Influencer

Dubai Chocolate Viral di Media Sosial, Didorong Daya Tarik Visual dan Influencer

Popularitas Dubai Chocolate kian meluas ke berbagai negara setelah ramai diperbincangkan di media sosial sepanjang 2025. Cokelat ini menarik perhatian warganet karena tampilannya yang unik, dengan isian krim pistachio berwarna hijau dan cita rasa yang disebut menyerupai Knafeh, dessert khas Timur Tengah.

Di awal tahun, istilah “Dubai” dan “cokelat” nyaris tidak pernah dikaitkan. Namun sekitar sepuluh bulan kemudian, berbagai varian Dubai Chocolate dilaporkan sudah mengisi rak supermarket di banyak negara, seiring meningkatnya permintaan dari konsumen yang penasaran.

Menurut laporan BBC News, fenomena tersebut berkaitan erat dengan peran media sosial dan influencer yang kerap memamerkan makanan baru dari berbagai belahan dunia. Profesor Charles Spence dari Universitas Oxford menilai tren kuliner seperti Dubai Chocolate dapat “menyebar sangat cepat secara global” karena pengaruh visual dan mekanisme viral di platform digital.

Spence menjelaskan, agar sebuah makanan dapat menjadi tren, diperlukan elemen yang terlihat berbeda dan mudah dikenali. Pada Dubai Chocolate, kontras antara lapisan cokelat tua di bagian luar dan hijau pistachio di bagian dalam membuatnya menonjol saat ditampilkan di media sosial.

Ia menambahkan, daya tarik visual serupa juga pernah mendorong popularitas minuman tertentu, seperti Aperol Spritz dan rose wine. Spence mengatakan, sebagian orang menyukainya karena tampak menarik di Instagram, bukan semata karena rasanya.

Spence juga menilai tren makanan dan minuman umumnya digerakkan generasi muda yang aktif di media sosial dan gemar mencoba hal baru. Menurutnya, ada semangat untuk menjadi penemu rasa dan pengalaman baru. Meski demikian, ia mengaku belum bisa memprediksi tren besar berikutnya di ranah kuliner.