BERITA TERKINI
Dosen Sekolah Vokasi UNDIP Kembangkan Rotary Agitator untuk Seragamkan Pengeringan Teh

Dosen Sekolah Vokasi UNDIP Kembangkan Rotary Agitator untuk Seragamkan Pengeringan Teh

Universitas Diponegoro (UNDIP) melalui riset di bidang teknologi pengeringan hasil pertanian mengembangkan inovasi untuk meningkatkan kualitas pengeringan teh. Dr. Sri Utami Handayani, S.T., M.T., dosen Program Studi Rekayasa Perancangan Mekanik Sekolah Vokasi UNDIP, meraih gelar Doktor Teknik Mesin lewat penelitian yang menyoroti persoalan ketidakseragaman hasil pengeringan teh, terutama pada skala produksi besar.

Penelitian berjudul “Pengembangan Rotary Agitator pada Vibro Fluidized Bed Dryer untuk Pengeringan Teh Guna Mengatasi Ketidakseragaman Produk Pertanian” berangkat dari masalah perbedaan ukuran partikel teh sebelum dan sesudah proses pengeringan. Kondisi ini dinilai dapat menurunkan efektivitas fluidisasi dan menyebabkan produk akhir tidak seragam. Selain itu, distribusi panas dan aliran udara yang tidak merata selama pengeringan menjadi kendala yang kerap dihadapi industri.

Dalam penjelasannya, Sri Utami menyebut perbedaan ukuran daun teh memengaruhi kinerja sistem pengering. Partikel berukuran besar lebih mudah terfluidisasi, sementara partikel kecil cenderung tidak terangkat oleh aliran udara, sehingga proses pengeringan berlangsung tidak merata. Tantangan tersebut mendorong perlunya penyesuaian desain dan teknologi alat pengering yang lebih responsif terhadap variasi material.

Solusi yang ditawarkan adalah penambahan rotary agitator pada Horizontal Vibro Fluidized Bed Dryer (HVFBD). Perangkat pengaduk putar ini dirancang untuk menciptakan aliran udara sekunder di atas permukaan bed, sehingga partikel dapat tersebar lebih merata dan perpindahan panas serta massa berlangsung lebih optimal. Efektivitas inovasi ini diuji melalui pengujian laboratorium dan simulasi computational fluid dynamics (CFD).

Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kinerja sistem. Penggunaan rotary agitator dilaporkan mampu menurunkan pressure drop hingga hampir 60 persen, yang mengindikasikan efisiensi hidrodinamika lebih baik. Selain itu, waktu tinggal partikel di dalam alat meningkat sekitar 40 persen, sehingga partikel memiliki kesempatan lebih lama untuk mengalami pengeringan yang menyeluruh. Dampaknya terlihat pada kualitas produk akhir yang lebih seragam dan matang secara merata.

“Rotary agitator yang kami kembangkan ini adalah kunci untuk mencapai pengeringan yang seragam dan efisien, sehingga produk teh yang dihasilkan memiliki kualitas yang lebih baik dan matang secara merata,” ujar Sri Utami.

Riset tersebut juga dikaitkan dengan kontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan, antara lain SDG 2 (Tanpa Kelaparan) melalui pengurangan susut hasil dan peningkatan kualitas produk pertanian, SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) lewat penguatan teknologi pengolahan, serta SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui peningkatan efisiensi energi dalam proses produksi.

UNDIP menyatakan inovasi ini sejalan dengan komitmen kampus untuk menghadirkan riset yang berangkat dari kebutuhan lapangan dan menghasilkan solusi yang dapat dimanfaatkan masyarakat maupun industri.