BERITA TERKINI
Dokter: Nyeri Pinggang dan Leher Bisa Diredakan dengan Cara Alami, Ini Pemicu dan Gejalanya

Dokter: Nyeri Pinggang dan Leher Bisa Diredakan dengan Cara Alami, Ini Pemicu dan Gejalanya

Dokter umum sekaligus kreator konten kesehatan dr. Firdausyi Ayunda menyebut nyeri pinggang dan leher dapat dibantu peredaannya dengan cara-cara alami. Nyeri pinggang umumnya menyerang punggung bagian samping dan bawah, sementara nyeri leher bisa muncul di sisi kiri, kanan, depan, maupun belakang leher.

Menurut dr. Firdausyi, terdapat dua tipe penderita nyeri pinggang, yakni yang merasakan nyeri terus-menerus dan yang nyerinya hilang timbul. Secara umum, nyeri pinggang terjadi ketika otot pinggang mengalami cedera. Cedera ini dapat dipicu gerakan tiba-tiba atau berulang, misalnya mengangkat benda terlalu berat atau saat bermain golf.

Selain itu, kebiasaan duduk terlalu lama juga disebut dapat menjadi penyebab, terutama bila kursi yang digunakan kurang nyaman dan posisi duduk tidak tepat. Ia menambahkan, nyeri pinggang tidak hanya dialami orang dewasa. Anak-anak juga dapat mengalaminya, salah satunya karena membawa tas punggung yang cukup berat.

Dr. Firdausyi menyampaikan, kebiasaan sehari-hari menjadi faktor utama munculnya keluhan. Namun, ada pula faktor lain yang dapat meningkatkan risiko, seperti kurang berolahraga, berat badan berlebih atau obesitas, serta memasuki usia 30 tahun.

Gejala nyeri pinggang dapat berbeda pada tiap orang, tergantung penyebabnya. Sejumlah keluhan yang kerap dirasakan antara lain pinggang kaku, pegal, atau nyeri seperti ditusuk. Nyeri juga bisa menjalar dari pinggang ke selangkangan dan alat kelamin, atau dari pinggang ke bokong dan kaki. Pada beberapa kasus, tungkai dapat terasa mati rasa atau lemas.

Ia juga menyoroti bahwa kekurangan nutrisi yang mendukung sistem saraf dan tulang dapat berdampak besar terhadap masalah pada punggung.

Sementara itu, nyeri leher disebut dapat disebabkan kelainan atau gangguan pada jaringan di area tersebut. Beberapa di antaranya ialah otot leher menegang akibat terlalu lama menunduk dan membungkuk, kerusakan sendi leher akibat osteoarthritis, saraf kejepit, serta cedera karena jatuh dari ketinggian, kecelakaan lalu lintas, atau pukulan mengenai wajah.

Untuk membantu meredakan nyeri pinggang dan leher, dr. Firdausyi menyarankan beberapa langkah dasar, seperti memperbanyak minum air putih, mengubah kebiasaan sehari-hari, rutin berolahraga, dan menutrisi tubuh dari dalam.

Ia menyebut salah satu cara menutrisi tubuh adalah mengonsumsi Susu Nadivit Colostrum yang dibuat dari susu pertama yang dikeluarkan oleh induk sapi. Dalam keterangannya, dr. Firdausyi mengatakan kolostrum di Indonesia mungkin belum begitu populer, namun di luar negeri telah dimanfaatkan sebagai minuman kesehatan sejak ratusan tahun lalu. Ia juga menyatakan lebih dari 1.000 uji klinis dilakukan dan pemakaian kolostrum terbukti aman dan efektif untuk mengatasi berbagai macam gangguan kesehatan.

Dr. Firdausyi turut menjelaskan adanya hormon serotonin dan endorfin di dalam tubuh manusia. Menurutnya, kedua hormon ini membantu memperkuat sistem antibodi dari berbagai penyakit dan bertambah parahnya kerusakan sel jaringan saraf. Karena itu, ia menekankan perlunya nutrisi yang baik agar pembentukan kedua hormon dapat maksimal, disertai pola hidup serta pengelolaan stres yang baik.