Jakarta — Keinginan untuk mengurangi bahkan menghentikan konsumsi gula pada 2026 terdengar sederhana, tetapi kerap sulit dilakukan. Pasalnya, gula sudah menjadi bagian dari kebiasaan makan sehari-hari, terutama melalui minuman manis dan makanan kemasan.
Spesialis gizi dr Nathania Sheryl Sutisna, SpGK dari RS Abdi Waluyo, menjelaskan bahwa mengurangi hingga menghentikan konsumsi gula dapat memberikan dampak positif yang luas bagi tubuh. Dampak tersebut termasuk pada sistem metabolisme secara keseluruhan.
Meski demikian, dr Nathania menyebut pada fase awal pengurangan gula, sebagian orang dapat merasakan keluhan seperti pusing ringan atau rasa tidak nyaman. Kondisi ini dapat terjadi karena tubuh sebelumnya terbiasa menerima asupan gula dalam jumlah tertentu, lalu mengalami penurunan secara tiba-tiba.

