BERITA TERKINI
Dokter Gizi Bagikan Tips Tetap Sehat Saat Lebaran dan Mudik: Atur Porsi hingga Batasi Santan

Dokter Gizi Bagikan Tips Tetap Sehat Saat Lebaran dan Mudik: Atur Porsi hingga Batasi Santan

Hari Raya Idul Fitri identik dengan sajian khas yang menggugah selera, mulai dari opor ayam, ketupat, sambal goreng ati, hingga aneka kue kering dan gorengan. Namun, kebiasaan makan berlebihan saat Lebaran kerap berujung pada keluhan kesehatan setelah libur usai, seperti kolesterol meningkat, tekanan darah tinggi, dan lonjakan gula darah.

Dokter Spesialis Gizi Klinik Rumah Sakit Siloam, dr. Firisha Virgidewi, membagikan sejumlah langkah agar masyarakat tetap bisa menikmati hidangan Lebaran tanpa mengabaikan kesehatan. Ia menyebut pendekatan ini sebagai konsep “Lebaran tanpa lebar-an”.

“Kita tetap bisa sehat, happy, dan menikmati makanan apapun yang disediakan. Tipsnya supaya tidak bermasalah ke depannya adalah: sesuaikan porsinya,” kata dr. Firisha Virgidewi saat ditemui di kawasan Kemang, Mampang, Jakarta Selatan, Selasa (11/3/2026).

Pernyataan itu disampaikan di sela acara media gathering Siloam Hospitals Mampang bertajuk “Ramadhan Revive: Strong Bones, Strong Bonds, Siloam Hospitals Mampang”.

Bagi pencinta makanan bersantan seperti opor, dr. Firisha menekankan bahwa hidangan tersebut tetap boleh dinikmati, dengan catatan membatasi kuah santan. Menurutnya, masyarakat masih dapat mengonsumsi lauk sumber protein, tetapi perlu lebih selektif pada bagian yang tinggi lemak.

“Anda boleh mencicipi berbagai lauk protein yang dimasak, tetapi jika lauknya bersantan, batasi kuahnya, lauknya boleh dimakan. Misalnya daging ayam tanpa kulit sangat bisa dinikmati, kulitnya disisihkan,” ujarnya.

Selain santan, ia juga mengingatkan soal konsumsi karbohidrat yang kerap berlebihan saat Lebaran, terutama ketupat. Kebiasaan memakan dua potong ketupat dengan lauk yang minim dinilai tidak seimbang.

Dr. Firisha menyarankan karbohidrat dikonsumsi secukupnya dan tetap menyisakan ruang untuk sayur serta buah. Ia menilai serat dan cairan menjadi aspek penting yang sering terlewat ketika masyarakat fokus pada menu bersantan dan gorengan.

“Walaupun ada makanan bersantan, gorengan, kita harus tetap mindful (sadar penuh). Sesuaikan porsinya agar tidak bablas. Perhatikan juga asupan zat gizinya, terutama serat dan cairan,” jelasnya.

Untuk masyarakat yang melakukan perjalanan mudik, dr. Firisha juga mengingatkan agar tidak mengandalkan gula berlebihan dan lebih cermat terhadap konsumsi minuman berenergi. Ia menekankan pentingnya beristirahat di rest area, serta mencukupi kebutuhan protein, serat, dan cairan agar tubuh tetap fit dan tidak mudah mengantuk selama perjalanan.