BERITA TERKINI
Dinkesda Blora Sarankan Roti Topping Keju Tidak Masuk Menu Kering MBG Ramadan Usai Kasus Roti Berjamur

Dinkesda Blora Sarankan Roti Topping Keju Tidak Masuk Menu Kering MBG Ramadan Usai Kasus Roti Berjamur

Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Blora menyarankan roti dengan topping keju tidak diberikan dalam menu kering saat distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG) edisi Ramadan. Rekomendasi itu disampaikan karena roti topping keju dinilai lebih rentan terhadap pertumbuhan jamur.

Saran tersebut muncul menyusul polemik temuan roti berjamur dalam paket MBG yang didistribusikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan As Sanusiyyah Desa Kamolan, Kecamatan/Kabupaten Blora, di SMPN 5 Blora belum lama ini.

Kepala Dinkesda Blora, Edi Widayat, mengatakan pihaknya telah menerima laporan dan hasil uji laboratorium terkait roti topping keju yang dibagikan ke SMPN 5 Blora dan diketahui telah berjamur. Dinkesda kemudian menindaklanjuti dengan mengambil sampel roti berjamur untuk mengetahui penyebabnya.

Menurut Edi, hasil laboratorium menunjukkan roti topping keju lebih rentan terhadap pertumbuhan jamur, terutama bila disimpan pada suhu ruang lebih dari 4 hingga 6 jam. Ia juga menyoroti pentingnya penerapan higiene dan pengendalian mutu pangan.

Dari hasil pemeriksaan sampel, Dinkesda melakukan pemusnahan roti keju berjamur sebanyak 359 bungkus. Selain itu, tim kesehatan memberikan edukasi langsung kepada SPPG terkait pengendalian waktu dan suhu penyimpanan pangan.

Dinkesda juga menerbitkan peringatan tertulis kepada SPPG. Peringatan tersebut berisi permintaan perbaikan prosedur, penerapan sistem pencatatan dan pelaporan penerimaan barang secara tertulis, serta penggunaan alat pelindung diri (APD) lengkap saat proses pembungkusan dan distribusi.

Edi turut mengingatkan seluruh SPPG agar tidak menyimpan roti terlalu lama. Ia menekankan perlunya pengendalian penyimpanan untuk menjaga keamanan pangan dalam pelaksanaan program MBG.