MALANG — Malang tidak hanya dikenal sebagai kota pelajar, tetapi juga kerap menjadi tujuan berburu kuliner jalanan, terutama di kawasan-kawasan dekat kampus. Pada sore hingga malam hari, deretan pedagang kaki lima ramai didatangi mahasiswa yang mencari makanan dengan pilihan beragam dan harga yang dinilai bersahabat. Suasana hangat, aroma masakan, serta aktivitas nongkrong menjadi bagian dari denyut kuliner malam di kota ini.
Di sekitar kampus, setidaknya ada beberapa titik yang kerap disebut sebagai lokasi street food favorit mahasiswa. Mulai dari jajanan ringan hingga menu berat, kawasan-kawasan ini menawarkan pengalaman kuliner yang lekat dengan kebersamaan dan rutinitas anak muda.
Salah satu yang paling ramai adalah Jalan Dewandaru di kawasan Soekarno Hatta (Suhat). Sepanjang jalan ini, pedagang menjajakan aneka makanan seperti bakso, dimsum, ubi goreng, hingga berbagai minuman segar. Menu yang banyak dicari mahasiswa juga mencakup makanan kekinian seperti cilor, maklor, serta pilihan lalapan.
Menjelang malam, suasana Dewandaru semakin hidup dengan aktivitas penjual sate ayam dan sate kambing yang dibakar di pinggir jalan. Selain itu, ada pula roti bakar, ketoprak, soto, dan batagor yang melengkapi ragam pilihan. Kawasan ini kerap menjadi langganan mahasiswa karena variasi menu yang lengkap dan harga yang ramah di kantong.
Tak jauh dari kawasan kampus, Jalan Watu Gong juga menjadi tujuan favorit. Pada sore hingga malam hari, penjual nasi goreng, ayam geprek dengan free refill nasi, serta aneka lalapan mulai berjejer. Aroma masakan yang kuat membuat banyak orang singgah untuk mencicipi sajian yang tersedia.
Watu Gong juga dikenal dengan pilihan jajanan manis dan ringan, seperti pukis hangat, roti bakar dengan beragam topping, leker, hingga pisang keju. Sejumlah kedai kopi kecil di kawasan ini turut buka hingga malam, menjadi tempat yang kerap dipilih untuk bersantai setelah aktivitas kuliah.
Sementara itu, Taman Singha Merjosari menawarkan suasana berbeda. Selain menjadi ruang terbuka untuk berolahraga dan bersantai, area di sekitar taman juga dipenuhi pedagang makanan. Pengunjung dapat menemukan jajanan seperti cilok, cimol, seblak, hingga es pisang ijo. Bagi yang mencari menu berat, tersedia pula lalapan, roti bakar, dan nasi bebek yang ramai diminati.
Menikmati makanan di sekitar Taman Merjosari sering dilakukan sambil duduk di tepi taman. Suasana terbuka yang sejuk dan hijau menambah kenyamanan, sehingga kawasan ini kerap dipilih untuk menghabiskan malam santai tanpa perlu mengeluarkan banyak biaya.
Secara umum, street food di sekitar kampus Malang tidak hanya soal makanan, tetapi juga menjadi bagian dari gaya hidup mahasiswa yang identik dengan kebersamaan. Dari obrolan di kursi plastik pinggir jalan hingga suasana ramai di dekat gerobak, kawasan-kawasan ini menghadirkan pengalaman kuliner yang sederhana namun hangat.
Bagi mahasiswa maupun pendatang yang berkunjung ke Malang, kawasan Dewandaru, Watu Gong, dan Taman Merjosari dapat menjadi pilihan untuk menjelajahi kuliner malam. Ragam menu dan suasana khas anak muda menjadikan titik-titik ini kerap dikenang sebagai bagian dari pengalaman berada di Kota Malang.

