Popularitas sebagai figur publik tidak selalu berbanding lurus dengan keberhasilan mengelola usaha. Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah bisnis milik artis dan kreator konten di Indonesia tercatat menghentikan operasionalnya setelah menghadapi beragam tantangan, mulai dari persaingan, perubahan tren pasar, hingga persoalan internal perusahaan.
Terbaru, bisnis minuman Menantea milik YouTuber dan edukator Jerome Polin resmi berhenti beroperasi pada April 2026. Sejumlah usaha selebritas lain juga lebih dulu menutup gerai mereka.
Berikut daftar bisnis artis yang dilaporkan sudah tidak lagi beroperasi.
1. Menantea (Jerome Polin)
Menantea menghentikan operasional seluruh gerainya pada 25 April 2026. Jerome Polin menyebut bisnis yang dirintisnya mengalami kerugian sekitar Rp38 miliar, sehingga penutupan menjadi langkah yang harus diambil.
2. Lumiere (Ashanty)
Ashanty menutup seluruh 15 gerai toko kue Lumiere pada 31 Juli 2025 setelah beroperasi sekitar enam tahun. Ia menyampaikan penutupan bukan karena masalah keuangan, melainkan persoalan internal perusahaan. Dampaknya, sekitar 200 karyawan turut terdampak.
3. RANS Nusantara Hebat (Raffi Ahmad dan Kaesang Pangarep)
Restoran RANS Nusantara Hebat menghentikan operasional mulai 28 Februari 2025. Informasi tersebut disampaikan melalui akun Instagram resmi perusahaan. Manajemen juga menyatakan pelanggan yang masih memiliki voucher dapat melakukan penukaran sesuai ketentuan yang berlaku.
4. Nasi Bejeg (Ussy Sulistiawaty)
Usaha kuliner Nasi Bejeg yang sempat ramai di kawasan Wijaya, Jakarta Selatan, akhirnya tutup. Ussy Sulistiawaty mengaku berat mengambil keputusan tersebut. Sebelumnya, ia juga menutup beberapa bisnis kuliner lain, yakni Lurik Coffee & Kitchen, Bakoel Ussy, dan Yimmieeh Ussy.
5. Geprek Bensu (Ruben Onsu)
Geprek Bensu sempat dikenal sebagai salah satu jaringan ayam geprek terbesar di Indonesia. Namun dalam beberapa tahun terakhir, jumlah gerainya terus berkurang hingga menyisakan sedikit cabang yang masih beroperasi. Belum ada pengumuman penutupan secara menyeluruh, tetapi penyusutan gerai menjadi perhatian publik.
6. Kuenya Ayu (Ayu Ting Ting)
Mengikuti tren “kue artis” yang populer pada 2017, Ayu Ting Ting meluncurkan Kuenya Ayu di sejumlah kota. Bisnis ini disebut hanya bertahan sekitar dua tahun dan berhenti beroperasi pada 2019.
7. Mango Bomb (Raffi Ahmad dan Rudy Salim)
Mango Bomb, minuman berbahan dasar mangga, sempat populer sejak diluncurkan pada 2017. Namun seiring meredupnya tren minuman tersebut, aktivitas bisnisnya tidak lagi terdengar dan gerai-gerainya dilaporkan sudah tidak beroperasi.
Rangkaian penutupan ini menunjukkan keberlanjutan bisnis tidak hanya ditentukan oleh nama besar pemiliknya. Faktor lain seperti strategi, inovasi produk, pengelolaan operasional, serta kemampuan beradaptasi dengan perubahan tren dan kebutuhan pasar turut memengaruhi daya tahan sebuah usaha.

