Dekan Fakultas Sastra, Ilmu Komunikasi, dan Pendidikan (FSIKP) Universitas Muslim Indonesia (UMI), Nurjannah Abna, menghadiri Australia Alumni Event yang digelar dalam rangka peringatan 10 tahun Konsulat Jenderal Australia di Makassar. Kegiatan ini berlangsung di Nusantara Ballroom, The Rinra Hotel Makassar, Kamis, 23 Januari 2026.
Acara tersebut dihadiri ratusan alumni Australia dari berbagai latar belakang profesi, akademisi, anggota Australia–Indonesia Youth Association, serta Indonesia Youth Diplomacy. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan ulang tahun ke-10 Konsulat Jenderal Australia di Makassar yang bertujuan mempererat hubungan antarkomunitas, khususnya antara alumni Australia dan masyarakat lokal.
Salah satu agenda utama dalam rangkaian kegiatan itu adalah gala dinner dan temu alumni Australia yang menjadi wadah berbagi pengalaman lintas sektor. Selain itu, acara juga melibatkan booth produk UMKM mitra sebagai bentuk dukungan terhadap ekonomi lokal.
Nurjannah menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Sebagai salah seorang alumni Australia, ia menilai Australia Alumni Event tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga membuka peluang kolaborasi lintas profesi.
Nurjannah, yang merupakan alumni Fakultas Sastra UMI, tercatat pernah mengikuti dua program short course di Australia, yakni Short Course Community-Based HIV Program (in Developing Countries) di International Health, Macfarlane Burnet Centre for Medical Research, Melbourne pada 2010, serta Short Course Pengembangan Kepemimpinan Perempuan dalam Organisasi Islam di Melbourne pada 2017.
“Saya sangat mengapresiasi kegiatan luar biasa ini. Momentum silaturahmi ini mempertemukan kami dengan sesama alumni Australia yang kini berkiprah di berbagai sektor strategis, mulai dari pemerintahan, akademisi, masyarakat sipil, hingga dunia usaha. Ini merupakan kekuatan besar alumni untuk terus berkembang dan membangun kolaborasi yang diharapkan dapat berkontribusi nyata bagi pembangunan, khususnya di lingkungan kerja masing-masing,” ujarnya.
Sementara itu, Konsul Jenderal Australia di Makassar, Todd Dias, menyampaikan apresiasi atas kontribusi alumni Australia terhadap pembangunan daerah. Ia menyebut lebih dari 600 warga Sulawesi Selatan pernah menempuh pendidikan di Australia dan kini berperan melalui berbagai posisi strategis.
“Saya bangga karena lebih dari 600 warga Sulawesi Selatan pernah menempuh pendidikan di Australia. Kini mereka memberikan kontribusi besar bagi pembangunan Sulawesi Selatan melalui berbagai posisi strategis di pemerintahan, akademisi, masyarakat sipil, dan dunia usaha,” kata Todd Dias.
Todd Dias juga menegaskan hubungan antara Australia dan Makassar telah terjalin sejak lama. Menurut dia, Konsulat Jenderal Australia hadir di Makassar sejak 2016 untuk memperkuat hubungan bilateral antara Australia dan wilayah Indonesia bagian timur, termasuk Sulawesi Selatan dan sekitarnya.
Ia menambahkan, kisah hubungan tersebut turut tergambar melalui narasi sejarah yang dibawakan Marege Institute mengenai perahu tradisional Makassar Padewakang yang berlayar dari Selat Makassar menuju pantai utara Marege, yang kini dikenal sebagai Arnhem Land, Australia Utara, dengan dipandu angin muson barat.

