BANDUNG — Cimol Bojot AA belakangan semakin dikenal di kalangan pencinta kuliner, terutama pemburu jajanan khas Bandung, Jawa Barat. Gerobak-gerobak berdesain serba merah milik Cimol Bojot AA kini terlihat di sejumlah titik jalan di Jakarta dan Bandung, seiring meningkatnya popularitas merek tersebut sebagai jajanan viral.
Usaha yang bermula dari gerobak kaki lima ini disebut telah berkembang hingga mampu memproduksi lebih dari satu ton cimol per hari. Pemilik Cimol Bojot AA, Syahid Irfan, menceritakan perjalanan bisnis tersebut saat ditemui pada Jumat (19/8/2025).
Dirintis saat pandemi
Perjalanan Cimol Bojot AA dimulai pada masa pandemi Covid-19. Sekitar Oktober 2020, pendirinya, Taufik Rustiadi, merintis bisnis cimol bojot dengan modal dua gerobak sederhana. Tiga bulan kemudian, Syahid bergabung dengan Taufik yang merupakan rekan sekaligus tetangga masa kecilnya.
Syahid mengaku sempat tertarik karena melihat potensi keuntungan dari harga jual cimol saat itu yang dipatok Rp 5.000 per porsi. Namun, setelah ditelaah lebih jauh, perhitungan keuntungan belum sepenuhnya bersih karena masih ada komponen biaya bahan baku dan tenaga kerja. Ia kemudian merombak cara berjualan, terutama terkait alur penghitungan biaya produksi.
Rasa dibuat lebih beragam
Syahid juga menyebut cita rasa cimol bojot yang berasal dari Kabupaten Garut, Jawa Barat, dikembangkan menjadi lebih beragam. Cimol Bojot AA menawarkan pilihan bumbu seperti asin pedas, ayam bawang, jagung bakar, balado, dan barbeku.
Selain itu, tersedia variasi cimol berisi daging sapi, daging ayam, hingga mozarela. Menurut Syahid, perubahan ini membuat cimol lebih dekat dengan selera anak muda. Setelah berjalan sekitar setahun, harga jual pun dinaikkan dari Rp 5.000 menjadi Rp 6.000.
Syahid menyatakan keuntungan baru benar-benar dirasakan setelah dua tahun bisnis berjalan. Pada fase awal, ia menggunakan tambahan modal dari investor, sebelum kemudian melakukan pembelian kembali (buyback) semua cabang.
“Setelah di buyback semua, kami punya kekuatan untuk menambah satu per satu cabang Cimol Bojot AA,” kata Syahid. Ekspansi disebut semakin masif pada tahun ketiga, yakni 2024, dengan penambahan 10–15 gerobak di titik-titik baru.
Produksi lebih dari satu ton per hari
Syahid mengatakan, jumlah cabang atau gerobak Cimol Bojot AA kini mencapai ratusan di Jakarta dan Bandung, dengan jumlah cabang di Jakarta disebut lebih banyak dibanding Bandung.
Seluruh cimol diproduksi setiap hari di pabrik Cimol Bojot AA di Bandung, tepatnya di Jalan Pasir Impun Atas. Di lokasi tersebut, sedikitnya satu ton adonan diproduksi per hari, dihitung dari tepung, air, dan bahan lainnya, dengan kombinasi sistem manual dan otomatis.
Menurut Syahid, cimol isi ayam dibuat menggunakan mesin otomatis, sementara cimol isi keju dan daging sapi masih dibentuk manual. Produksi berlangsung 24 jam dengan tiga sif, dan total karyawan disebut mencapai lebih dari 1.000 orang.
Belum membuka franchise
Di tengah pertumbuhan bisnisnya, Cimol Bojot AA mendapat perhatian dari kalangan pebisnis yang menanyakan peluang kemitraan. Syahid menegaskan, hingga kini Cimol Bojot AA belum membuka kemitraan atau franchise.
Alasannya, perusahaan ingin memastikan kualitas produk tetap terjaga dan sistem bisnis dinilai belum sepenuhnya siap untuk diperluas melalui skema franchise. Meski demikian, ia menyebut peluang kemitraan masih mungkin dibuka di masa depan jika sistem dinilai sudah cukup kuat.
Syahid menambahkan, Cimol Bojot AA juga tengah mengembangkan cabang baru di kota-kota lain dengan meninjau langsung lokasi potensial, termasuk wilayah Jabodetabek.
Viral setelah disebut Bernadya
Popularitas Cimol Bojot AA disebut meningkat tajam dalam setahun terakhir, setelah merek ini muncul dalam video TikTok milik penyanyi Bernadya Ribka. Video pada akun @bearnotber menampilkan momen Bernadya menikmati cimol bojot saat bersiap tampil di Bandung, dan disebut telah ditonton lebih dari 10 juta kali sejak diunggah pada Kamis (17/9/2024).
Syahid mengatakan, dampak terbesar terlihat pada penjualan produk frozen. Ia menyebut, sebelum video tersebut viral, pesanan frozen berkisar puluhan bungkus, lalu meningkat menjadi ratusan hingga ribuan bungkus setelah disebut Bernadya.
Syahid menegaskan video itu bukan hasil kerja sama promosi. “Kebetulan Bernadya itu enggak di-endorse,” ujarnya, seraya menyampaikan apresiasi karena lonjakan pesanan terjadi secara spontan.
Varian dan mimpi ekspansi
Cimol Bojot AA menawarkan lima varian, yakni original, mozzarela, beef, ayam, dan mix. Harga per porsi dibanderol mulai Rp 6.000 hingga Rp 22.000, tergantung ukuran kecil atau besar.
Pelanggan dapat memilih bumbu rasa asin pedas, ayam bawang, jagung bakar, balado, dan barbekyu, dengan level kepedasan dari nol hingga tiga.
Syahid mengatakan, Cimol Bojot AA masih memiliki target lebih besar, yakni mengenalkan cimol bojot sebagai jajanan khas Indonesia ke Asia Tenggara dan wilayah yang lebih luas. “Mungkin sekarang masih di sini, tapi kita enggak pernah tahu 10 tahun ke depan seperti apa,” kata Syahid.

