BERITA TERKINI
Danone Indonesia Perkuat Kolaborasi Cegah Anemia Defisiensi Besi pada Anak

Danone Indonesia Perkuat Kolaborasi Cegah Anemia Defisiensi Besi pada Anak

Anemia defisiensi besi (ADB) atau kekurangan zat besi masih menjadi persoalan kesehatan yang dinilai dapat berdampak luas, mulai dari kondisi fisik hingga kemampuan belajar dan perkembangan anak. Masalah ini juga disebut sebagai ancaman tersembunyi karena kerap tidak terdeteksi sejak awal.

Dalam rangka peringatan Hari Anak Nasional 2026, Danone Indonesia menyatakan memperkuat kolaborasi dengan para pemangku kepentingan di bidang pemenuhan nutrisi pada awal kehidupan. Upaya tersebut menekankan pentingnya peningkatan kesadaran, edukasi, serta skrining untuk membantu anak mencapai potensi optimal.

Perhatian terhadap ADB dinilai krusial terutama pada periode 1.000 hari pertama kehidupan, yakni sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun. Mengacu pada Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, anemia dialami oleh 27,7% ibu hamil dan 23,8% anak balita. Jika tidak ditangani, kondisi ini dapat berdampak pada perkembangan otak, kemampuan belajar, serta kualitas sumber daya manusia dalam jangka panjang.

Pakar gizi Dr. dr. Dian Novita Chandra, M.Gizi., mengatakan anemia di Indonesia sebagian besar disebabkan kurangnya asupan zat besi dalam pola makan sehari-hari. Ia menekankan perlunya pola makan bergizi seimbang, termasuk konsumsi sumber protein hewani yang kaya zat besi, serta vitamin C untuk membantu penyerapan zat besi. Dian juga menyoroti pentingnya skrining secara rutin sejak masa kehamilan.

“Untuk memenuhi asupan zat besi yang optimal, dapat dilakukan dengan memberikan asupan gizi seimbang yang banyak bersumber dari protein hewani yang kaya zat besi. Selain itu, untuk memaksimalkan penyerapan zat besi dalam tubuh juga dibutuhkan vitamin C,” kata Dian dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat (17/7/2026).

Dian menambahkan, sumber nutrisi yang difortifikasi seperti susu pertumbuhan dapat dipertimbangkan untuk melengkapi kebutuhan nutrisi harian anak. Menurutnya, konsumsi zat besi yang disertai vitamin C dapat meningkatkan penyerapan zat besi hingga dua kali lipat. Ia juga mendorong orang tua melakukan skrining faktor risiko kekurangan zat besi secara rutin sebagai bagian dari pencegahan dan deteksi dini, termasuk sejak masa kehamilan.

Pada momentum Hari Anak Nasional 2026, Danone Indonesia turut berpartisipasi dalam kunjungan lintas sektor ke RPTRA CERIA, Jakarta Barat. Kegiatan tersebut menampilkan model berbasis komunitas yang mengintegrasikan edukasi gizi dan skrining dini risiko ADB, dengan melibatkan perwakilan pemerintah, tenaga kesehatan, organisasi masyarakat, media, serta jajaran pemimpin Danone Indonesia.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifatul Choiri Fauzi menyampaikan apresiasi atas kolaborasi tersebut dalam mendukung target Indonesia Emas 2045. Ia menilai kolaborasi penting mengingat peran strategis perempuan dan anak, serta mengingatkan bahwa survei menunjukkan ibu hamil dan anak di Indonesia masih banyak menghadapi masalah kesehatan seperti anemia.

“Masalah ini masih terjadi karena kurangnya pemahaman tentang makanan bergizi yang dibutuhkan anak. Oleh karena itu, edukasi makanan bergizi harus menjadi perhatian seluruh multipihak untuk terus bersama-sama membangun kesadaran masyarakat. Semoga inisiatif seperti yang dilakukan Danone ini bisa direplikasi di tempat lain sebagai komitmen bersama mewujudkan Indonesia Emas 2045,” ujar Arifatul.

Danone Indonesia menyebut sejak 2025, melalui pilar kesehatan dalam Danone Impact Journey, perusahaan telah mendukung lebih dari 1,25 juta skrining melalui aplikasi digital eNutri. Hingga 2030, Danone Indonesia menargetkan dukungan tambahan 14 juta skrining untuk membantu mengidentifikasi anak yang berisiko sejak dini.

Healthcare Nutrition Director Danone Indonesia, Vera Saw, mengatakan defisiensi zat besi merupakan masalah yang dapat menghambat potensi generasi muda. Karena itu, pencegahan ADB sejak dini disebut menjadi salah satu prioritas perusahaan melalui kolaborasi dengan pemangku kepentingan, peningkatan kesadaran, perluasan skrining risiko, serta pengembangan produk nutrisi berbasis sains.

Vera menyebut sejumlah inisiatif yang telah dilakukan, antara lain program peningkatan kesadaran dan skrining bersama tenaga kesehatan serta mitra komunitas, edukasi gizi kepada masyarakat melalui program Bicara Gizi, dan inovasi nutrisi berbasis sains, termasuk SGM Eksplor dengan IronC™—kombinasi zat besi dan vitamin C yang dirancang untuk mendukung penyerapan zat besi lebih optimal.

Pada 2026, Danone Indonesia menyatakan akan melanjutkan komitmen pencegahan ADB berbasis komunitas bersama Ikatan Bidan Indonesia (IBI), termasuk kegiatan yang mengintegrasikan edukasi gizi dan skrining dini risiko ADB bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan anak di RPTRA CERIA, Jakarta Barat.

“Upaya membantu mencegah anemia defisiensi besi memerlukan peningkatan kesadaran yang berkelanjutan, edukasi yang aplikatif, serta identifikasi dini terhadap faktor risiko. Melalui kolaborasi dengan tenaga kesehatan dan mitra komunitas, kami berharap semakin banyak anak memperoleh asupan nutrisi yang dibutuhkan untuk tumbuh dan berkembang secara optimal, sekaligus mendukung terwujudnya generasi yang sehat menuju Indonesia Emas 2045,” kata Vera.