Resto Dadap Sumilir di perbukitan Menoreh, Kulonprogo, menjadi salah satu tujuan warga untuk buka puasa bersama (bukber) selama Ramadan 2026. Meski berada jauh dari pusat kota, tepatnya di Kalurahan Pendoworejo, Kapanewon Girimulyo, tempat makan ini tetap ramai didatangi pengunjung yang mencari suasana pedesaan dengan pemandangan hamparan sawah dari ketinggian.
Supervisor Dadap Sumilir, Aji, mengatakan antusiasme pengunjung mulai terlihat stabil setelah resto sempat tutup pada awal Ramadan. Saat ini, kunjungan rata-rata mencapai sekitar 100 orang per hari, dengan kepadatan tertinggi terjadi menjelang waktu berbuka puasa. Pengunjung datang dalam rombongan keluarga maupun perkantoran.
Untuk kebutuhan bukber, pengelola menyediakan paket khusus untuk empat hingga delapan orang. Harga paket ditawarkan pada kisaran Rp119 ribu hingga Rp239 ribu.
Pada Ramadan tahun ini, Dadap Sumilir juga memperkenalkan menu andalan baru bertajuk “Iwak Kali”. Sajian tersebut menonjolkan aneka ikan liar dari Sungai Progo, seperti wader, iwak kutuk, serta jenis ikan air tawar lainnya. Menurut Aji, ikan liar dinilai memiliki cita rasa lebih gurih dan tekstur daging yang khas dibandingkan ikan budidaya.
Aji menjelaskan, pemilihan menu iwak kali dimaksudkan untuk menghadirkan nuansa desa yang lebih otentik bagi pengunjung. Olahan ikan disajikan agar menonjolkan kegurihan alami tanpa meninggalkan bau amis, sehingga dinilai selaras dengan suasana alam terbuka di Girimulyo yang sejuk dan asri.
Salah seorang pengunjung, Leoni, mengaku terkesan dengan cita rasa rempah pada menu iwak kali serta mangut nila yang tersedia. Ia menilai bumbu yang meresap dan pemandangan persawahan menjadi alasan Dadap Sumilir layak dipertimbangkan sebagai destinasi kuliner di Kulonprogo.

