Beruntusan merupakan kondisi kulit yang ditandai munculnya bintik-bintik kecil bertekstur kasar dan kerap disertai rasa gatal atau tidak nyaman. Meski umumnya tidak menimbulkan nyeri yang berarti, beruntusan dapat mengganggu kenyamanan sekaligus membuat permukaan kulit tampak tidak rata.
Dahi menjadi salah satu area yang paling sering mengalami beruntusan. Bagian ini termasuk T-zone yang cenderung lebih berminyak, mudah berkeringat, dan berpotensi terpapar residu produk perawatan rambut. Minyak berlebih atau sebum dapat menyumbat pori-pori dan memicu munculnya bintik-bintik kecil di permukaan kulit.
Selain faktor minyak, sejumlah pemicu eksternal juga disebut dapat berperan, seperti polusi, keringat, serta penggunaan produk rambut yang mengandung bahan kimia berat. Produk seperti gel rambut, hairspray, atau serum rambut dapat menyumbat pori-pori di sekitar dahi, terutama bila produk mengalir ke kulit saat beraktivitas atau berkeringat.
Sejumlah orang kemudian mencari cara untuk mengurangi beruntusan, termasuk memanfaatkan bahan alami. Salah satu metode yang dibagikan pengguna TikTok dengan akun @_iam_ness adalah mencampurkan madu dan garam halus untuk diaplikasikan pada area dahi.
Bahan:
• 1 sendok makan madu
• 1 sendok makan garam halus
Cara meracik dan menggunakan:
1. Tuangkan madu dan garam pada wadah bersih.
2. Aduk hingga tercampur merata.
3. Aplikasikan pada dahi secara menyeluruh dengan kondisi wajah bersih.
4. Diamkan selama 15 menit.
5. Bilas menggunakan air hingga bersih.
6. Lanjutkan dengan penggunaan moisturizer.
7. Metode ini dilakukan rutin 2–3 kali seminggu untuk membantu membuat kulit terasa lebih halus.
Dalam artikel tersebut, madu disebut bermanfaat karena memiliki sifat antibakteri, antiinflamasi, dan humektan. Kandungan antibakterinya—termasuk enzim dan senyawa seperti hidrogen peroksida alami—diklaim dapat membantu melawan bakteri yang berkaitan dengan penyumbatan pori-pori. Sifat antiinflamasi madu juga disebut dapat membantu meredakan peradangan ringan, sementara sifat humektannya membantu menarik dan mempertahankan kelembapan kulit.
Sementara itu, garam disebut dapat membantu memudarkan tampilan beruntusan karena sifat eksfoliatif dan antibakterinya. Saat digunakan sebagai scrub, garam dapat membantu mengangkat sel kulit mati yang berpotensi menyumbat pori-pori. Proses eksfoliasi ini disebut membuat kulit “bernapas” lebih baik dan membantu mencegah tekstur kulit menjadi tidak rata. Garam juga disebut memiliki sifat antibakteri yang dapat membantu mengurangi risiko peradangan lebih lanjut.

