Bersyukur merupakan salah satu ajaran inti dalam Islam yang mencerminkan sikap menghargai dan mengakui segala nikmat yang diberikan Allah SWT. Salah satu cara yang paling mudah dan langsung untuk mengekspresikan syukur adalah melalui lisan, yakni dengan mengucapkan kalimat pujian dan terima kasih kepada Allah.
Ucapan syukur tidak hanya menjadi bentuk pengakuan atas nikmat yang diterima, tetapi juga dinilai dapat memperkuat keimanan dan kedekatan seorang Muslim dengan Sang Pencipta. Dalam praktiknya, bersyukur dengan lisan juga dapat mencakup menyampaikan kebaikan yang diterima kepada orang lain serta mengingatkan sesama agar senantiasa bersyukur.
Berikut sejumlah cara bersyukur dengan lisan yang disebutkan dalam ajaran Islam.
1. Bertahmid dengan mengucapkan “alhamdulillah”
Dalam berbagai keadaan, baik saat senang maupun susah, umat Muslim dianjurkan membiasakan diri mengucapkan “alhamdulillah”. Ucapan ini menjadi simbol pengakuan bahwa segala sesuatu dalam hidup berasal dari Allah SWT.
2. Mengucapkan dzikir
Dzikir merupakan ibadah yang dianjurkan dalam Islam. Bentuk dzikir yang kerap diucapkan untuk menegaskan rasa syukur antara lain “subhanallah”, “alhamdulillah”, dan “allahu akbar”. Melalui dzikir, seorang Muslim mengingat kebesaran Allah sekaligus mengungkapkan rasa terima kasih kepada-Nya.
3. Membaca dan menghafal ayat-ayat tentang syukur
Al-Qur’an menjadi petunjuk bagi umat Islam. Salah satu cara bersyukur dengan lisan adalah membaca dan menghafal ayat-ayat yang berbicara tentang syukur kepada Allah SWT. Dalam rujukan yang sama, contoh surah yang disebutkan antara lain Surah Al-Fatihah, Surah Al-Mulk, dan Surah Al-Insan.
4. Menggunakan lisan untuk berkata baik
Syukur juga tercermin dari cara seseorang memakai lisannya dalam interaksi sehari-hari. Berbicara dengan baik, memberi pujian, mengucapkan terima kasih, serta menyampaikan kata-kata yang membangkitkan semangat dipandang sebagai bagian dari penggunaan lisan yang mencerminkan rasa syukur.
5. Berdzikir dengan hati
Selain ucapan, syukur juga dapat dipelihara dengan menghadirkan dzikir dalam hati. Menjaga kesadaran untuk mengingat Allah dalam setiap langkah hidup dipandang sebagai upaya membangun suasana batin yang dipenuhi rasa syukur.
Doa bersyukur atas nikmat Allah SWT
Dalam ajaran Islam, syukur juga dikaitkan dengan janji penambahan nikmat. Hal ini sebagaimana firman Allah SWT yang artinya: “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (QS. Ibrahim [14]: 7).
Salah satu doa bersyukur yang dapat diamalkan adalah:
اَلحَمْدُ ِللهِ رَبِّ اْلعَالَمِيْنَ حَمْدًا يُوَافِى نِعَمَهُ وَيُكَافِئ ُمَزِيْدَهُ
Alhamdulillahi rabbil 'alamin khamdan katsira yuwafi ni'amahu wa yukafiu mazidahu.
Syukur melalui lisan, hati, dan anggota badan
Syukur tidak hanya diwujudkan lewat ucapan. Dalam penjelasan yang sama, syukur juga disebut dapat tercermin melalui hati dan anggota badan.
Pada aspek lisan, syukur diwujudkan dengan menyebarkan kebaikan dan menghindari ucapan buruk seperti gosip, celaan, atau kata-kata yang tidak baik. Pada aspek hati, syukur digambarkan sebagai keadaan batin yang senantiasa mengingat Allah dan melihat kebaikan-Nya dalam berbagai sisi kehidupan. Sementara melalui anggota badan, syukur tercermin dari penggunaan tubuh untuk hal-hal yang baik, seperti melakukan amal saleh serta menjaga diri dari perbuatan yang haram.
Contoh bersyukur melalui perbuatan
Selain lisan, syukur juga dapat dinyatakan melalui tindakan. Beberapa contoh yang disebutkan antara lain melaksanakan shalat sunnah, membaca Al-Qur’an secara rutin, serta membiasakan mengucapkan doa syukur, misalnya setelah makan atau saat memperoleh nikmat dan keberkahan.

