Usaha bumbu dapur Hikmah Fajar telah bertahan lebih dari setengah abad sejak mulai berjualan pada medio 1975. Dirintis Askar dan Uni Cinde dari Palembang, bisnis ini kini dilanjutkan generasi kedua dan mulai memperluas jangkauan ke pasar nasional hingga internasional.
Selain dikenal sebagai pemasok bumbu untuk rumah makan Pagi Sore, Hikmah Fajar juga memperluas penjualan melalui platform daring. Generasi kedua Hikmah Fajar, Novia Ariani, mengatakan pihaknya mulai berjualan di Shopee sejak 2023. Menurut dia, sebelumnya mereka lebih berfokus pada produksi dan penjualan dilakukan secara terbatas.
Novia menuturkan, pada awalnya produk Hikmah Fajar dipasarkan secara online oleh para reseller. Namun, pengalaman ditipu reseller membuatnya memutuskan untuk menangani penjualan daring secara mandiri. Ia mengaku belajar secara autodidak, termasuk mencari informasi melalui media sosial seperti YouTube, untuk memahami cara berjualan di platform e-commerce.
Langkah tersebut kemudian memperluas jangkauan pasar. Novia menyebut pembeli tidak hanya datang dari Jakarta, tetapi juga dari wilayah Kalimantan hingga Sulawesi. Ia mencatat penjualan online bisa mencapai 200–300 kemasan per hari. Jika digabungkan dengan penjualan luring, total penjualan disebut dapat menembus 500 kemasan per hari.
Beragam varian bumbu yang diproduksi antara lain bumbu rendang, opor, ayam goreng, malbi, pindang, hingga tekwan. Novia menilai penjualan daring membantu produk mereka lebih mudah diakses dan menjangkau konsumen yang lebih luas.
Transformasi usaha ini, menurut Novia, mulai dilakukan sejak 2016. Penjualan yang semula dilakukan secara konservatif di pasar mulai diiringi inovasi, termasuk pembaruan kemasan untuk menghadirkan identitas produk yang lebih khas. Bersamaan dengan itu, mutu dan kualitas disebut terus ditingkatkan untuk menjaga cita rasa.
Pada tahap awal, proses pengemasan masih dilakukan secara manual dan sempat menimbulkan keraguan calon konsumen. Novia mengatakan dibutuhkan waktu sekitar enam bulan untuk mengedukasi masyarakat agar percaya terhadap kualitas dan keamanan produk kemasan yang mereka jual. Seiring waktu, penjualan pun disebut semakin meluas, terutama melalui kanal online.
Perluasan pasar juga disebut menjangkau konsumen luar negeri. Novia menyampaikan produk Hikmah Fajar telah sampai ke Amerika Serikat melalui seorang agen yang juga membuka rumah makan di sana. Selain itu, produk mereka juga kerap dibeli untuk dibawa sebagai oleh-oleh ke Australia.
Menurut Novia, sejumlah varian yang paling diminati antara lain rendang, opor, ayam goreng, sambal goreng buncis, dan sop. Produk-produk tersebut disebut menjadi yang paling sering dibawa ke Amerika Serikat.
Seiring peningkatan penjualan luring dan daring, Hikmah Fajar kini memiliki tiga cabang di Palembang, yakni di Pasar Cinde, Pasar Perumnas, dan Pasar Lemabang. Mereka juga menargetkan ekspansi ke pasar ritel di Palembang.
Novia mengatakan fokus utama saat ini adalah menjaga ketersediaan stok. Dalam satu kali proses memasak, produksi bisa mencapai 200–300 kemasan bumbu, dengan kebutuhan bahan baku hingga 50 kilogram untuk jenis tertentu, seperti bumbu rendang.
Menjelang Ramadan, Hikmah Fajar mulai menyiapkan stok karena permintaan biasanya meningkat. Novia menyebut penjualan umumnya naik sekitar 30 persen dua minggu sebelum puasa. Saat menjelang Lebaran, peningkatan dinilai lebih tajam dan dapat mendorong omzet hingga 10–30 kali lipat dibanding hari biasa, terutama karena adanya dukungan penjualan online.
Dari dapur sederhana di Pasar Cinde, Hikmah Fajar kini membawa cita rasa lokal ke berbagai daerah hingga luar negeri. Perjalanan lintas generasi ini menunjukkan upaya konsistensi dan inovasi yang terus dilakukan untuk memperluas pasar.

