BERITA TERKINI
Buku "The Evolution of Jakarta’s Street Food" Raih Peringkat Kedua Dunia di Gourmand World Cookbook Awards 2025

Buku "The Evolution of Jakarta’s Street Food" Raih Peringkat Kedua Dunia di Gourmand World Cookbook Awards 2025

Buku The Evolution of Jakarta’s Street Food meraih penghargaan peringkat kedua terbaik di dunia dalam kategori Street Food pada Gourmand World Cookbook Awards 2025. Pengumuman penghargaan tersebut disampaikan dalam rangkaian acara Cascais World Food Summit di Portugal, Senin (14/7).

Gourmand World Cookbook Awards merupakan ajang penghargaan tahunan untuk buku-buku kuliner terbaik, baik cetak maupun digital, serta program televisi kuliner. Penghargaan ini telah berlangsung sejak 1995 dan digagas oleh penulis Edouard Cointreau.

Pada penyelenggaraan ke-30, The Evolution of Jakarta’s Street Food menempati posisi kedua terbaik dunia dalam kategori Street Food. Dalam kategori Street Food C15, buku tersebut bersaing dengan ratusan judul dari berbagai negara.

Posisi pertama diraih buku Guida Street Food 2025 (edisi ke-10) dari Italia yang diterbitkan oleh Gambero Rosso. Capaian Indonesia di posisi kedua disebut menjadi pencapaian pertama untuk buku yang berfokus pada kuliner jalanan Jakarta.

Menurut keterangan di laman Red & White Publishing, buku ini merupakan hasil kolaborasi empat penulis dengan latar keahlian berbeda. Mereka adalah Stefu Santoso, seorang chef, Jureke selaku direktur di Kikkoman Akufood Indonesia, serta Anton Diaz dan Rahmad Gunawan yang melengkapi penulisan dengan pengetahuan sejarah dan budaya makanan. Buku tersebut diterbitkan pada 2024 oleh Red and White Publisher.

Sesuai judulnya, The Evolution of Jakarta’s Street Food mengisahkan perkembangan kuliner jalanan di Jakarta, termasuk cerita di balik jajanan kaki lima di ibu kota, sekaligus memberi penghormatan kepada para pedagang kaki lima. Buku ini tidak hanya memuat kisah kuliner khas Jakarta seperti masakan Betawi, tetapi juga menghadirkan cerita makanan daerah yang digemari warga Jakarta beserta latar yang disebut belum banyak diketahui publik.

Proses pengerjaan buku ini berlangsung selama empat tahun melalui sejumlah tahapan kolaborasi. Isinya memaparkan perkembangan makanan jalanan Jakarta dari masa lalu hingga masa kini, yang dikaitkan dengan sejarah dan budaya.

Buku tersebut juga mengajak pembaca menelusuri evolusi kuliner jalanan melalui narasi dan ilustrasi, termasuk garis waktu sejarah sejak era kolonial hingga hadirnya platform digital seperti aplikasi pesan-antar. Selain itu, disajikan wawancara mendalam dengan pedagang legendaris, studi kasus tentang usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta panduan praktis terkait menjaga kualitas dan membangun merek.

Dalam buku itu, kuliner jalanan Jakarta digambarkan sebagai cerminan identitas kota yang multikultural, dengan pengaruh tradisi Tionghoa, Arab, India, dan Eropa. Makanan seperti soto Betawi, kerak telor, dan nasi goreng disebut tidak hanya menjadi santapan, tetapi juga merekam cerita sejarah Jakarta.

Stefu Santoso, dikutip dari akun Instagram pribadinya, menyebut buku tersebut sebagai kolaborasi untuk mengangkat sejarah dan informasi tentang kuliner street food di Jakarta. Ia berharap buku itu dapat membantu pelancong asing dan masyarakat luas mengeksplorasi makanan favorit serta cerita di balik setiap hidangan.