PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) resmi membuka kantor cabang di Taipei, Taiwan, pada Jumat (8/8). Pembukaan ini menjadikan BRI sebagai bank asal Indonesia pertama yang mengantongi izin operasional penuh di Taiwan.
Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengatakan kehadiran BRI di Taiwan merupakan bagian dari strategi ekspansi internasional perusahaan. Ia menyebut Taiwan sebagai lokasi strategis berikutnya dalam jaringan global BRI, setelah sebelumnya membuka cabang di New York dan Singapura.
Menurut Hery, Taiwan memiliki potensi ekonomi yang besar didukung hubungan dagang yang kuat dengan Indonesia serta keberadaan diaspora Indonesia. Saat ini terdapat sekitar 360.000 pekerja migran Indonesia (PMI) di Taiwan, dengan penambahan sekitar 4.000 orang setiap bulan. “Nilai remitansi dari Taiwan ke Indonesia pun sangat besar, mencapai Rp 40,4 triliun per tahun,” kata Hery dalam sambutan di BRI Taipei Branch, Jumat (8/8).
BRI menyampaikan kantor di Taipei sebenarnya sudah mulai beroperasi sejak 2021, namun baru memperoleh lisensi penuh pada 2025. Dengan status tersebut, BRI Taipei dapat menyediakan layanan perbankan menyeluruh, termasuk menerima tabungan dari masyarakat lokal, yang menurut Hery merupakan hal cukup langka bagi bank asing di Taiwan.
Selain menghimpun dana, BRI Taipei juga melayani remitansi, trade finance, pembukaan letter of credit (LC), transaksi valuta asing, hingga penyaluran kredit dan sindikasi pembiayaan.
Hery menilai lisensi penuh ini menjadi fondasi penting untuk mendorong pertumbuhan bisnis BRI di luar negeri. BRI juga menyiapkan layanan digital khusus bagi PMI, dengan rencana meluncurkan aplikasi BRImo versi Taiwan pada awal 2026 agar nasabah dapat mengakses layanan perbankan lebih mudah dan cepat.
Seiring pertumbuhan jumlah PMI yang stabil, BRI menargetkan dapat menjaring sekitar 4.000 hingga 5.000 nasabah baru setiap bulan. BRI juga berencana memperluas akses layanan melalui kerja sama dengan Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taiwan.

