Seorang bocah kelas 5 SD berinisial RFZ (12), asal Kediri, Jawa Timur, sempat mengalami koma selama tiga hari akibat diabetes. Setelah menjalani perawatan di rumah sakit di Malang, kondisinya berangsur membaik dan mulai sadar.
Selama masa perawatan, pihak rumah sakit bersama keluarga berupaya menelusuri penyebab kondisi RFZ. Menurut keterangan keluarga, tidak ada riwayat diabetes dari kedua orang tua RFZ. “Bapak dan ibu gak ada yang punya penyakit gula,” kata Desi Purnamasari, kakak kandung RFZ, Selasa (24/6/2025).
Purnamasari menyebut penelusuran kemudian mengarah pada faktor gaya hidup. Ia mengatakan diabetes yang dialami adiknya bukan dipicu faktor genetik, melainkan kebiasaan sehari-hari. “Adik saya kena diabetes bukan karena genetis, tapi karena faktor gaya hidup. Yaitu diabetes tipe 1,” ujarnya.
Keluarga juga menelusuri kebiasaan RFZ saat berada di luar rumah, terutama di lingkungan sekolah. Dari keterangan teman-temannya, RFZ disebut hampir setiap hari mengonsumsi minuman instan sachet dengan rasa manis. “Ternyata kata teman-temannya di sekolah, hampir setiap hari adik saya minum minuman instan itu. Padahal kalau di rumah, tidak begitu dan ke sekolah juga dibekali minum air putih,” kata Purnamasari.
Setelah penyebabnya ditelusuri, rumah sakit disebut memfokuskan perawatan pada pemulihan kondisi RFZ. Seusai beberapa pekan dirawat, staminanya kembali membaik dan ia diperbolehkan pulang. Namun, sepulang dari rumah sakit, RFZ harus beradaptasi dengan kebiasaan baru, termasuk penggunaan insulin untuk mengatasi tingginya kadar gula.
Purnamasari mengatakan RFZ kini harus mengonsumsi insulin empat kali sehari. Ia menyebut dokter menyarankan insulin untuk anak-anak dibandingkan jenis obat lain, terutama untuk penggunaan jangka panjang. “Menurut dokter insulin itu lebih disarankan untuk anak-anak daripada obat jenis lainnya. Apalagi untuk jangka panjang seterusnya,” ujarnya.
Kondisi tersebut membuat kehidupan RFZ berubah dan menuntut sejumlah penyesuaian, termasuk pembatasan pola makan serta aktivitas harian. Di sekolahnya, SDN Kencong 2, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri, dukungan juga diberikan oleh lingkungan sekolah.
Wali Kelas 5 SDN Kencong II, Diaz Alwi Nala Praya, mengatakan ia berupaya mendampingi RFZ, termasuk sejak masa perawatan. “Pas sakitnya ananda, itu saya pas diangkat jadi wali kelas. Saat itu juga saya turut ke Malang untuk menjenguknya,” kata Diaz.
Sebelumnya, RFZ diberitakan sebagai penyintas diabetes dari Desa Kencong, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri. Selama sekitar setahun terakhir, ia menjalani hidup dengan diabetes tipe 1 dan rutin menyuntik insulin sebanyak empat kali setiap hari.

