Bipang Ambawang bersiap memperluas jangkauan pasarnya menjelang peringatan enam tahun pada 3 November 2026. Restoran yang mengusung kuliner khas Dayak Kalimantan Barat ini dijadwalkan membuka outlet kelima di Green Lake City pada 31 Juli 2026.
Founder Bipang Ambawang, Juniarto, mengatakan ekspansi tersebut merupakan bagian dari upaya memperkenalkan kuliner Dayak kepada masyarakat yang lebih luas. Ia menuturkan, sejak awal Bipang Ambawang tidak hanya berfokus pada pengembangan bisnis, tetapi juga membawa misi mengenalkan kekayaan kuliner Dayak kepada masyarakat Indonesia.
Juniarto menyebut, penerimaan masyarakat terhadap sejumlah menu khas Dayak menunjukkan kuliner daerah memiliki peluang berkembang di pasar nasional tanpa harus kehilangan identitas budayanya. Salah satu menu yang kini menjadi favorit pelanggan adalah Daukng Manggala Tutuk, hidangan pendamping khas Dayak yang sebelumnya relatif belum dikenal di luar Kalimantan.
Saat ini, Bipang Ambawang telah hadir di Ambawang, Pontianak, East Coast Pantai Indah Kapuk, I.D.D Pantai Indah Kapuk 2, dan Hampton Square Gading Serpong. Outlet di Green Lake City akan menambah jaringan yang telah ada.
Selain memperluas jaringan restoran, Bipang Ambawang juga mengangkat unsur budaya Dayak melalui konsep gerainya. Sejumlah outlet mengusung konsep Heritage dengan nuansa budaya Dayak, sementara outlet lainnya menggunakan konsep Signature yang lebih modern.
Perusahaan turut melibatkan sumber daya manusia dari komunitas Dayak dalam operasional restoran. Menurut Juniarto, sekitar 70 persen karyawan Bipang Ambawang merupakan putra-putri Dayak yang mendapat pelatihan terkait pelayanan, kebersihan, dan standar operasional restoran.
Ia menambahkan, langkah tersebut ditempuh agar pengenalan budaya Dayak tidak hanya melalui makanan, tetapi juga melalui kualitas pelayanan. “Kami ingin masyarakat mengenal budaya Dayak bukan hanya dari kulinernya, tetapi juga melalui keramahan dan profesionalisme orang-orang yang bekerja di dalamnya,” ujarnya.

