Badan Gizi Nasional (BGN) menurunkan Tim Investigasi Independen untuk melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mampang 1, Kota Depok, Jawa Barat, pada Selasa (7/10). Sidak dilakukan menyusul viralnya unggahan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di media sosial yang dinilai warganet tidak memenuhi standar gizi.
Langkah tersebut, menurut BGN, dilakukan untuk memastikan kebenaran informasi yang beredar sekaligus menjaga akuntabilitas pelaksanaan Program MBG. Dalam unggahan yang ramai diperbincangkan, menu yang ditampilkan berisi pangsit goreng, kentang rebus, wortel rebus, pisang, dan saus tomat, yang kemudian dianggap tidak seimbang secara gizi.
Namun, hasil pemeriksaan lapangan BGN menyebut kondisi yang ditemukan berbeda dari yang terlihat di unggahan. Anggota Tim Investigasi Independen BGN, Raniah Salsabila, menyampaikan tim mengecek menu yang disajikan pada Senin (6/10). Ia menjelaskan pangsit goreng yang dipersoalkan bukan hanya kulit kosong, melainkan berisi tahu, telur, dan ayam.
Raniah juga menjelaskan penggunaan kentang sebagai pengganti nasi dilakukan untuk mengurangi sisa makanan (food waste) yang sebelumnya banyak berasal dari menu nasi dan sayur. Berdasarkan hasil pemeriksaan tim, variasi menu pada hari-hari lain disebut masih memenuhi standar gizi yang ditetapkan BGN.
Selain meninjau menu, tim turut memeriksa kondisi dapur dan sarana pendukung di SPPG Mampang 1. Hasilnya, fasilitas dinilai cukup layak untuk menunjang penyelenggaraan Program MBG, meski masih terdapat sejumlah aspek infrastruktur yang perlu dilengkapi sesuai Petunjuk Teknis (Juknis) MBG.
Tim Investigasi Independen merekomendasikan evaluasi menu dan porsi, serta penyempurnaan fasilitas agar pelaksanaan program dapat berjalan lebih optimal. Sementara itu, Kepala Biro Hukum dan Humas BGN, Khairul Hidayati, menegaskan setiap SPPG wajib mematuhi Standar Operasional Prosedur (SOP) dan memastikan menu yang disajikan aman, higienis, serta memenuhi kebutuhan gizi penerima manfaat.
Khairul menambahkan, SPPG diharapkan menjadi garda terdepan dalam pelayanan gizi masyarakat. BGN menyatakan akan terus melakukan pembinaan dan pengawasan agar pelaksanaan Program MBG berjalan sesuai standar nasional, sekaligus mendorong masyarakat memperoleh informasi yang benar dan proporsional terkait program tersebut.

