BERITA TERKINI
Tren Foldover Jeans Viral di Kalangan Gen Z, Tampilan Celana Seolah Tak Dikancing Picu Pro dan Kontra

Tren Foldover Jeans Viral di Kalangan Gen Z, Tampilan Celana Seolah Tak Dikancing Picu Pro dan Kontra

Tren fashion baru di kalangan Gen Z tengah ramai diperbincangkan karena tampilannya yang dianggap membingungkan sebagian orang tua. Gaya tersebut menonjolkan celana yang terlihat seperti belum dikancing atau resletingnya tidak ditutup, sehingga kerap dinilai kurang pantas oleh sebagian kalangan.

Tren ini dikenal sebagai foldover jeans, model celana dengan detail lipatan pada bagian pinggang yang dijahit mengarah ke luar. Desainnya sengaja dibuat untuk menciptakan ilusi seolah bagian depan celana terbuka. Beberapa varian bahkan menambahkan motif bunga kecil atau garis-garis yang menyerupai celana dalam, memperkuat kesan “celana belum tertutup rapi”.

Meski kembali viral belakangan ini, gaya tersebut disebut sudah populer sejak 2022. Sejumlah selebriti seperti Addison Rae, Doja Cat, Hwasa MAMAMOO, hingga Jennie BLACKPINK pernah tampil mengenakan celana dengan resleting yang sengaja dibuka lalu dilipat ke bawah. Kini, berbagai merek menghadirkan produk serupa, mulai dari Fashion Nova, Hollister, Edikted, AGOLDE, hingga label mewah asal Jepang, Sacai.

Dari sisi harga, foldover jeans dipasarkan dengan rentang yang lebar. Harganya disebut mulai dari US$35 (sekitar Rp 628 ribuan) hingga US$1,210 (sekitar Rp 21,7 juta).

Namun, respons terhadap tren ini tidak sepenuhnya positif, terutama dari kalangan orang tua. Lisa Alvarez, seorang ibu asal Queens yang memiliki dua putri pengikut tren tersebut, mengaku merasa kesal. Ia mengatakan setiap kali anak-anaknya turun dari kamar, ia ingin mengingatkan agar resleting celana ditutup.

Di sisi lain, editor gaya hidup Cosmopolitan USA, Aiyana Ishmael, menilai popularitas foldover jeans menunjukkan bagaimana Gen Z terus bereksperimen dalam berpakaian. Menurutnya, gaya ini terlihat lucu, sedikit usil, sekaligus menjadi cara untuk memperlihatkan lebih banyak kulit—sesuatu yang disebutnya kerap disukai anak muda.

Ishmael juga menyebut model celana ini terus habis terjual sepanjang musim panas. Seorang staf penjualan Hollister di Manhattan menyampaikan bahwa foldover jeans cepat ludes dan harus berulang kali diisi ulang karena permintaan tinggi. Kondisi serupa disebut terjadi di Nordstrom dan Edikted, dua retailer ternama di Amerika Serikat.

Fenomena ini turut memunculkan kreativitas di kalangan mahasiswa. Sofia Yassinger, mahasiswi Duke University, mengatakan ada yang membeli celana denim longgar berukuran lebih besar lalu menjahit sendiri bagian pinggangnya untuk menghasilkan efek foldover. Menurutnya, sebagian orang menginginkan tampilan yang terlihat seksi.