BERITA TERKINI
BGN: Akses Makanan Bergizi Seimbang Adalah Hak Dasar Setiap Anak

BGN: Akses Makanan Bergizi Seimbang Adalah Hak Dasar Setiap Anak

Jakarta — Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan akses terhadap makanan bergizi seimbang merupakan hak dasar setiap anak Indonesia yang wajib dipenuhi negara. Penegasan itu disampaikan seiring pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai upaya pemerintah untuk memastikan seluruh anak memperoleh asupan gizi yang layak agar dapat tumbuh sehat, kuat, dan cerdas.

Kepala BGN Dadan Hindayana mengatakan ketimpangan akses gizi masih menjadi persoalan besar di banyak keluarga. Ia menyebut 60 persen anak Indonesia berasal dari orang tua dengan tingkat pendidikan lulusan SMP, yang menurutnya kerap tidak memiliki akses pada menu bergizi seimbang. “Oleh sebab itu negara hadir untuk memberikan hak kepada mereka agar mereka juga bisa sama mendapatkan akses terhadap menu dengan gizi seimbang agar bisa tumbuh cerdas, kuat, ceria,” ujar Dadan di Jakarta, Sabtu (6/12).

Dadan menilai pemenuhan hak gizi anak tidak sekadar kebijakan intervensi pangan, melainkan fondasi penting untuk menjamin masa depan bangsa. Ia menekankan perlunya akses gizi yang merata dan terstandar bagi seluruh anak, mulai dari masa dalam kandungan hingga usia sekolah.

Menurutnya, anak-anak yang saat ini berada dalam fase kandungan, balita, hingga jenjang TK, SD, SMP, dan SMA akan menjadi tenaga kerja produktif dalam dua dekade mendatang. “Hari ini lahir, 20 tahun lagi akan menjadi tenaga kerja produktif. Hari ini masih umur 5 tahun, 20 tahun lagi usia produktif,” katanya.

BGN juga menyatakan negara memiliki kewajiban menciptakan kesetaraan akses terhadap makanan bergizi, terutama bagi keluarga dengan keterbatasan pengetahuan maupun ekonomi. Pemberian gizi seimbang sejak dini dipandang sebagai investasi hak anak yang tidak bisa ditunda. “Dan kita perlu siapkan generasi itu generasi yang berkualitas dengan memberikan akses dan memberikan hak atas akses dengan menu gizi seimbang,” tegas Dadan.

Ia menambahkan, pemenuhan gizi sejak usia dini diyakini berdampak besar dalam menyiapkan generasi produktif pada masa mendatang, sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia. “Ini penting sekali supaya Indonesia nanti bisa bersaing 20 tahun kemudian dengan anak-anak yang kita berikan makan dengan gijis yang baik agar bisa tumbuh sehat, cerdas, kuat, dan ceria dan mereka menjadi SDM yang berkualitas,” tutupnya.