BERITA TERKINI
Berawal dari Perjuangan Anak Melawan Leukimia, Chef Ado Kembangkan Kuliner Padang Sehat di Surabaya

Berawal dari Perjuangan Anak Melawan Leukimia, Chef Ado Kembangkan Kuliner Padang Sehat di Surabaya

Surabaya—Awan Tjatur Perkasa, pemilik UMKM Chef Ado, membagikan kisah di balik lahirnya usaha kuliner Padang sehat yang ia rintis bersama keluarga. Dalam program UMKM Pro 4 RRI Surabaya, Sabtu (18/7/2026), Awan menceritakan bahwa bisnisnya bermula dari kebutuhan mendesak saat anak keduanya didiagnosis Leukimia Akut pada 2011.

Selama menjalani kemoterapi intensif selama dua tahun, anak Awan diwajibkan mengonsumsi makanan yang benar-benar bersih serta bebas MSG (monosodium glutamat) dan bahan pengawet. Namun, menurut Awan, mencari makanan yang sesuai kebutuhan tersebut tidak mudah. Ia dan istrinya kemudian memutuskan memasak sendiri untuk sang anak yang bernama Ado, sekaligus menjadi asal-usul nama usaha mereka.

Masakan rumahan itu kemudian dikenal oleh komunitas sesama penyintas kanker. Dari mulut ke mulut, pesanan mulai berdatangan hingga Awan dan istri membuka sistem pemesanan lebih luas seiring tingginya kebutuhan makanan sehat.

Hingga kini, Chef Ado menyajikan beragam menu khas Padang, antara lain rendang, ayam kecap, ayam balado, daging balado, hingga aneka olahan chicken. Selain makanan, mereka juga memproduksi minuman herbal yang awalnya diracik untuk menunjang pengobatan sang anak.

Awan menekankan konsep “made by order” sebagai salah satu keunggulan usahanya. Makanan baru dimasak setelah pesanan masuk. Ia menyebut bahan seperti ayam diolah dalam kondisi segar, dimasak pada pagi hari dan didistribusikan pada siang hari.

Menurut Awan, produknya juga kerap dibawa pelanggan hingga ke Eropa dan menjadi bekal bagi jemaah yang menunaikan ibadah haji. Untuk pengiriman jarak jauh, makanan dibawa dalam keadaan beku. Ia mengatakan pihaknya selalu mengedukasi pelanggan agar produk tetap beku selama perjalanan dan langsung dimasukkan ke freezer setibanya di tujuan.

Dengan bahan baku berkualitas dan perlakuan khusus untuk menjaga higienitas serta tanpa bahan pengawet, Awan mengakui harga produknya cenderung lebih tinggi dibanding harga pasar. Meski demikian, ia menyebut pelanggan memahami nilai kesehatan yang ditawarkan. Ia juga menyampaikan prinsip yang dipegang dalam menjalankan usaha: makanan tanpa bahan pengawet sehingga tidak “awet” di meja karena segera dikonsumsi.

Bagi warga Surabaya dan sekitarnya, dapur Chef Ado berpusat di Mulyosari Utara VII No. 39, Surabaya. Karena menu harian berubah dan mereka menghindari produk buatan pabrik, pelanggan diminta melakukan pemesanan terlebih dahulu melalui sistem pre-order (PO) via WhatsApp resmi Chef Ado.