Ketekunan menekuni hobi baking dan memasak dapat membuka peluang usaha. Hal itu ditunjukkan Christa Da Costa, pemilik Kedai Dessert And Snack asal Larantuka, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, yang merintis bisnis pencuci mulut dan makanan ringan dari kegiatan mengisi waktu luang.
Dalam program Obrolan Teras UMKM Pro 4 RRI Kupang pada Sabtu, 5 September 2026, Christa menceritakan awal mula usahanya yang bermula ketika ia masih bekerja sebagai pegawai kantor. Seusai jam kerja, ia mencoba membuat berbagai kreasi kue dan dessert, lalu mengunggahnya ke media sosial.
“Awalnya hanya iseng-iseng mengisi waktu luang sepulang kerja. Saya buat lalu diunggah ke media sosial, ternyata respons masyarakat sangat positif,” ujar Christa.
Dari respons tersebut, Christa melihat peluang karena saat itu belum banyak penjual dessert modern di Larantuka. Ia memulai usahanya dari lini menu di sebuah kafe pada 2023. Seiring berkembangnya permintaan, ia kemudian memisahkan lini dessert menjadi usaha tersendiri dengan sistem pre-order (PO) pada Februari 2026.
Dalam perjalanannya, Christa menghadapi tantangan pada pasokan buah dan bahan baku yang harus didatangkan dari luar daerah, seperti Maumere hingga Kupang. Meski demikian, ia menyebut tetap berupaya menjaga kualitas produk dengan menggunakan bahan-bahan pilihan untuk sejumlah menu andalannya, seperti salad buah, puding, dan klappertaart.
Selain produk, layanan pengantaran langsung tanpa biaya tambahan ongkos kirim menjadi salah satu nilai tambah yang diminati pelanggan di Flores Timur. Dalam operasional harian, Christa juga dibantu suaminya, mulai dari belanja bahan baku hingga mengantar pesanan.
Menanggapi persaingan UMKM yang semakin ramai, Christa menekankan pentingnya konsistensi dan optimisme. Ia berpendapat setiap pelaku usaha memiliki rezekinya masing-masing selama terus menjaga kualitas.
Ke depan, Christa menargetkan dapat membuka toko fisik sekaligus rumah produksi yang nyaman di Larantuka. Melalui rencana itu, ia berharap dapat membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat setempat.
“Pesan saya untuk para pejuang UMKM dan anak muda, jangan takut mencoba dan jangan cepat putus asa. Tidak apa-apa jualan kita belum viral, tapi hal paling jujur adalah ketika customer datang lagi dan lagi untuk memesan kembali (repeat order),” tutupnya.