Bajaj Indonesia memperkuat pasar di Kota Solo, Jawa Tengah, melalui kolaborasi lokal dengan sejumlah pihak. Kolaborasi tersebut diresmikan lewat penandatanganan kerja sama bertajuk “Bajaj Untuk Surakarta” yang digelar Max Auto Indonesia di Luwes Kestalan, Rabu.
Manager Regional Java Bajaj Maxride Muhammad Rio mengatakan program ini menjadi langkah Max Auto Indonesia untuk mendukung peningkatan pendapatan pengemudi bajaj, pengembangan pariwisata, kemudahan transportasi, serta penguatan UMKM dan sektor kuliner di Surakarta.
Dalam inisiatif ini, Max Auto Indonesia menggandeng sejumlah pemangku kepentingan lokal, antara lain Luwes Supermarket, POKDARWIS Surakarta, Kampung Batik Kauman, Karavan FM, Tjahaja Asia Soerakarta, serta Teh Tarik 88.
Menurut Rio, kolaborasi difokuskan pada publikasi potensi Kota Solo, dukungan akses transportasi bagi wisatawan, serta sinergi promosi destinasi wisata dan kuliner lokal melalui ekosistem Bajaj Maxride. Ia menyebut Bajaj dihadirkan sebagai solusi transportasi kota yang dekat dengan masyarakat maupun wisatawan.
“Bajaj bukan hanya alat transportasi, tapi juga bagian dari pengalaman berwisata di kota. Kami ingin Bajaj ikut menghidupkan pariwisata, kuliner, dan UMKM Surakarta dengan akses transportasi yang mudah, terjangkau, dan nyaman,” kata Rio. Ia menambahkan, program ini juga diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan dan pendapatan pengemudi melalui kolaborasi yang terintegrasi dengan destinasi wisata dan pusat bisnis lokal.
Dari sisi mitra, Ketua Kampung Wisata Batik Kauman Solo Gunawan Setiawan menilai kehadiran Bajaj Maxride dapat memperkuat identitas wisata budaya di kawasan Kauman. Ia menyebut Kampung Wisata Batik Kauman tidak hanya menjadi pusat belanja batik, tetapi juga ruang edukasi dan pelestarian budaya.
“Dengan adanya dukungan transportasi yang mudah diakses dan terjangkau, wisatawan dapat merasakan pengalaman berkunjung yang lebih nyaman. Kami berharap kolaborasi ini mampu meningkatkan jumlah kunjungan sekaligus memperkuat branding Kauman sebagai destinasi wisata budaya unggulan di Surakarta,” ujar Gunawan.
Ketua POKDARWIS Kota Surakarta Mintorogo menilai program tersebut sebagai langkah strategis untuk memperkuat ekosistem pariwisata berbasis komunitas di Solo. Ia menekankan aspek aksesibilitas sebagai kunci untuk meningkatkan kunjungan wisatawan.
“Dengan hadirnya Bajaj Maxride yang terintegrasi dengan destinasi dan pelaku usaha lokal, kami optimis pergerakan wisatawan akan semakin mudah, merata, dan berdampak langsung pada masyarakat,” kata Mintorogo.
Sementara itu, Marketing Luwes Group Fauzi Basnendar menyebut kolaborasi ini sebagai bentuk sinergi antara transportasi dan sektor ritel. Ia mengatakan dukungan diberikan karena inisiatif tersebut dinilai sejalan dengan upaya menghadirkan kemudahan akses bagi masyarakat dan wisatawan yang beraktivitas di Surakarta, sekaligus mendorong perputaran ekonomi di sekitar lokasi usaha.
Marketing Communication Bajaj Maxride Fareza Harum Putri mengatakan program “Bajaj Untuk Surakarta” menjadi pintu awal kolaborasi yang lebih luas di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Ia menyebut pihaknya membuka peluang kerja sama dengan berbagai merek, institusi, dan komunitas di Solo, Surakarta, Yogyakarta, hingga Semarang.
Fareza juga menyampaikan komitmen menghadirkan kemudahan transportasi melalui layanan Bajaj yang disebut ramah lingkungan, dengan tarif mulai sekitar Rp6 ribuan, berkapasitas hingga tiga orang, serta memberikan perlindungan dari hujan dan panas. Ia berharap moda transportasi ini dapat menjadi bagian penggerak ekonomi lokal, mendukung UMKM, membantu promosi bisnis lokal di Solo, dan berdampak pada peningkatan pendapatan pengemudi.
Pada kesempatan yang sama, Bajaj Maxride memberikan apresiasi kepada 10 pengemudi terbaik yang disebut berhasil meraih pendapatan rata-rata Rp3 juta hingga Rp6 juta per bulan.

