Tren kuliner Korea di Indonesia dinilai telah bergeser dari sekadar soal rasa menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat urban. Hal itu disampaikan CEO Archipelago, John Flood, saat peluncuran K-Vibes Event bertajuk “60 Seconds to Seoul” di Aston Serang Hotel & Convention Center, Jumat (31/1/2026).
Menurut Flood, ketertarikan pada K-Food tidak lagi bersifat sementara. Ia melihat kuliner Korea kini hadir sebagai pengalaman yang dicari konsumen, seiring pengaruh budaya populer Korea yang kuat di ruang publik. “Minat terhadap kuliner Korea sudah berkembang menjadi bagian dari keseharian masyarakat urban. Mereka tidak hanya ingin makan, tapi ingin merasakan pengalaman,” ujarnya.
Melalui program “60 Seconds to Seoul”, Archipelago menghadirkan konsep pop-up kuliner yang mengusung cita rasa street food Seoul. Format ini dipilih agar lebih kasual dan dekat dengan kebiasaan makan masyarakat kota, tanpa mengarah pada konsep fine dining maupun restoran tematik permanen.
Flood menjelaskan, program tersebut merupakan bagian dari Archipelago Global Flavours Series, yakni rangkaian program kuliner berkelanjutan yang akan berganti tema negara setiap enam bulan. Ia menilai pendekatan itu memungkinkan hotel tetap relevan dengan selera pasar yang dinamis, terutama generasi muda yang gemar mengeksplorasi rasa dan budaya baru.
Peluncuran di Aston Serang dikemas menyerupai mini festival Korea. Selain sajian makanan, acara diisi dengan berbagai aktivitas seperti permainan, karaoke lagu Korea, hingga pertunjukan K-Pop dance cover. Kehadiran media serta influencer dari Jakarta dan Banten turut memperkuat suasana acara yang interaktif.
“Pengalaman adalah kunci. Kami ingin tamu datang bukan hanya untuk mengisi perut, tapi juga untuk bersenang-senang,” kata Flood. Ia menambahkan, industri perhotelan perlu bertransformasi menjadi ruang sosial dan budaya, bukan hanya tempat menginap.
Dari sisi harga, Archipelago menawarkan menu mulai Rp38.000 agar lebih terjangkau. Beberapa menu yang disajikan antara lain Tteokbokki, Korean Cheese Burger, Gangnam Hot Chicken, Soko Fish Tacos, dan Kimchi Fried Rice. Pilihan dessert mencakup Jeju Mocha Puffs dan Baesuk Pear, sementara minuman yang tersedia antara lain Sparkling Yuzu Honey, Shikyee Fizz, Maesil Mojito, dan Omija Cooler.
Flood menyebut strategi menu dan harga tersebut berangkat dari identitas street food yang lekat dengan kebersamaan dan kesederhanaan. “Kami ingin kuliner Korea ini bisa diakses semua kalangan. Street food itu identik dengan kebersamaan dan kesederhanaan,” ujarnya.
Meski pertama kali diluncurkan di Serang, “60 Seconds to Seoul” dirancang sebagai program nasional. Archipelago menyatakan event ini dapat dinikmati di seluruh jaringan hotelnya di Indonesia pada periode Januari hingga Juni 2026. “Lewat program ini, kami menghadirkan perjalanan rasa yang terinspirasi dari kuliner Korea ke seluruh Indonesia,” kata Flood.
Acara tersebut juga didukung NACIFIC, merek skincare dan makeup asal Korea Selatan yang dikenal menggunakan bahan alami serta berlabel halal dan vegan-friendly. Dukungan diwujudkan melalui pembagian gift set dalam kuis interaktif selama acara.
Flood menilai kolaborasi lintas industri dapat memperkaya pengalaman tamu karena kuliner, gaya hidup, dan budaya pop Korea saling terkait. “Kuliner, lifestyle, dan budaya pop Korea berjalan beriringan. Kolaborasi seperti ini membuat pengalaman tamu semakin lengkap,” ujarnya.

