BANYUWANGI – Pusat kuliner Arabian Street Food (Arasfo) di Banyuwangi ramai didatangi pengunjung sejak dibuka sekitar sebulan terakhir. Para penjual mengaku dagangannya kerap habis hanya dalam hitungan jam setiap kali gelaran ini berlangsung.
Arasfo berlokasi di Lingkungan Kampung Arab, Kelurahan Lateng, Banyuwangi, kawasan yang dikenal sebagai pusat tempat tinggal warga keturunan Arab. Sentra makanan Timur Tengah ini dibuka setiap Kamis malam dan menjadi salah satu tujuan wisatawan yang berburu kuliner.
Di area stand, deretan lapak makanan dan minuman khas Timur Tengah tersusun rapi. Sejumlah penjaga lapak, khususnya laki-laki, mengenakan pakaian khas Arab seperti jubah dan sorban. Alunan musik Timur Tengah turut menambah suasana di sepanjang lokasi.
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan Arasfo merupakan salah satu konsep wisata kuliner tematik yang dikembangkan di daerahnya. Ia menyebut kegiatan ini sebagai pasar kaget yang digelar setiap Kamis sore hingga malam, sekitar pukul 16.00–21.00.
“Kalau malam jumat seperti sekarang ada Arabian Food Street, kalau hari minggu ada kuliner tradisional khas Osing di Desa Oleh Sari. Juga ada Pasar Wit-Witan di Alasmalang, Singojuruh yang menyajikan makanan khas setempat. Kami terus mengembangkan destinasi wisata berbasis potensi wilayah masing-masing untuk menggerakkan perekonomial lokal,” kata Anas, Sabtu (30/11/2019).
Anas juga menceritakan pengalamannya saat berkunjung ke Arasfo pada Kamis malam (28/11/2019). Ia disambut musik gambus yang dibawakan warga setempat dan turut menikmati suasana bersama ratusan pengunjung. Dalam kesempatan itu, Anas mencicipi teh dan roti kamir khas Arab. “Habis minum teh, badan langsung hangat. Rotinya berasa rempah tapi enak sekali,” ujarnya.
Sejumlah wisatawan luar kota juga terlihat menikmati sajian di Arasfo, termasuk pasangan artis sinetron Chaca Takya dan suaminya, Ricky Perdana. Chaca mengatakan ia beruntung bisa menikmati kuliner Timur Tengah saat berwisata di Banyuwangi. “Saya sudah empat kali ke Banyuwangi, dan kali ini beruntung banget pas ada kuliner khas Timur Tengah ini. Makanannya enak-enak,” katanya. Ia menilai wisata di Banyuwangi tidak hanya soal alam, tetapi juga pengalaman kuliner yang unik.
Menurut keterangan penyelenggara, menu yang disajikan di Arabian Street Food mencapai 126 pilihan dari 29 lapak. Hidangan yang tersedia antara lain nasi kebuli, mandhi, briyani, nasi rempah, nasi kichery, sate, kaldu, gulai, hingga kambing guling. Selain itu, ada pula kudapan seperti roti maryam, kebab, sambosa, basjia, shawarma, fatira, foul, dan tamis.
Kehadiran pusat kuliner ini turut membuka peluang ekonomi bagi warga Kampung Arab. Amalia, salah satu penjual, menyebut setiap kali membuka lapak ia dapat menghabiskan sekitar 100 porsi dalam semalam, dengan harga berkisar Rp25 ribu hingga Rp35 ribu per porsi nasi. “Alhamdulillah laris terus. Bahkan di minggu ketiga kami nambah volume,” katanya.
Hal serupa disampaikan Malik, warga setempat yang menjual teh Arab Syahi Adeni—teh bercampur rempah dan susu yang disebut berasal dari Kota Aden, Yaman. Malik mengaku dapat menghabiskan setidaknya 200 gelas dalam beberapa jam. “Laris terus dagangan saya. Ini jadi inspirasi saya untuk membuka warung minuman dekat sini yang buka tiap hari,” ujarnya.

