Tren perawatan wajah tanpa suntikan kembali menjadi perhatian di dunia kecantikan pada 2026. Salah satu metode yang mulai banyak diminati adalah akupuntur wajah, perawatan tradisional asal Tiongkok yang disebut-sebut dapat menjadi alternatif botox dengan hasil yang lebih natural.
Berbeda dengan filler atau botox yang memberikan efek instan melalui suntikan cairan ke area tertentu, akupuntur wajah dilakukan menggunakan jarum halus berukuran kecil pada titik-titik tertentu di wajah. Teknik ini dipercaya membantu merangsang produksi kolagen, melancarkan sirkulasi darah, serta membuat kulit tampak lebih segar dan kencang secara bertahap.
Praktisi estetik medis Dr Lana Kadir menjelaskan, akupuntur wajah bekerja dengan menciptakan stimulasi mikro terkontrol yang membantu proses regenerasi kulit alami. Menurutnya, perawatan ini semakin diminati seiring banyak orang beralih ke metode kecantikan non-invasif yang dinilai minim risiko.
“Pasien sekarang mulai meninggalkan prosedur yang terlalu mengubah bentuk wajah,” kata Lana Kadir.
Ia menilai arah tren kecantikan saat ini lebih mengutamakan tampilan wajah yang sehat, segar, dan tetap ekspresif, dibanding hasil yang terlihat terlalu kaku atau berlebihan. Selain memberi efek estetika, akupuntur wajah juga disebut memberikan sensasi relaksasi yang dapat membantu mengurangi ketegangan otot akibat stres dan aktivitas sehari-hari.
“Banyak pasien menyukai sensasi relaks setelah terapi karena tidak hanya fokus pada estetika, tetapi juga membuat tubuh lebih rileks,” lanjut Lana Kadir.
Meski begitu, Lana Kadir mengingatkan bahwa hasil akupuntur wajah tidak bersifat instan maupun permanen. Perawatan umumnya perlu dilakukan dalam beberapa sesi agar perubahan pada kulit terlihat maksimal. “Hasilnya muncul secara bertahap sehingga wajah tetap terlihat alami tanpa perubahan berlebihan,” ujarnya.

