Bantuan bagi korban banjir dan longsor di Sumatera terus berdatangan. Di tiga provinsi—Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh—PT Ajinomoto Indonesia menyalurkan bantuan dengan berkolaborasi bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS).
Head of Corporate Communications PT Ajinomoto Indonesia, Grant Senjaya, menyatakan perusahaan memahami beratnya kondisi masyarakat yang menghadapi banjir dan longsor secara bersamaan. Ia menambahkan, bantuan tersebut ditujukan untuk mendukung masyarakat selama berada di pengungsian agar tetap mendapat makanan bergizi sehingga asupan gizi terjaga hingga mereka dapat kembali ke kediaman masing-masing.
Dalam penyaluran ini, Ajinomoto mengirimkan berbagai produk bumbu instan, di antaranya Masako, SAORI, dan AJI-NO-MOTO MSG. Selain itu, perusahaan juga berdonasi uang untuk pengadaan bahan pangan di dapur umum yang melayani pengungsi di Meureudu, Aceh; Koto Tengah, Padang; serta Angkola Selatan, Sumatera Utara.
Dapur umum tersebut ditujukan untuk memastikan para pengungsi tetap memperoleh makanan yang aman dan layak selama masa pemulihan. Bantuan diserahkan langsung oleh para Regional Sales Manager PT Ajinomoto Sales Indonesia di wilayah terdampak kepada tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB), sebelum didistribusikan kepada masyarakat di lokasi bencana.
Pimpinan BAZNAS Bidang Pengumpulan, Rizaludin Kurniawan, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi tersebut. Ia menyebut kerja sama ini menunjukkan bahwa kepedulian bersama dapat meringankan beban para penyintas dan berharap langkah serupa dapat menginspirasi lebih banyak pihak untuk ikut membantu masyarakat yang tengah memulihkan hidupnya.
Ajinomoto juga menyatakan turut memastikan penyaluran bantuan tepat sasaran melalui koordinasi intensif dengan tim lapangan BAZNAS. Pendekatan ini dilakukan agar dukungan berupa produk pangan, dana bantuan, maupun operasional dapur umum dapat menjawab kebutuhan masyarakat pada fase pemulihan pascabanjir dan longsor.
Sementara itu, berdasarkan data sementara dashboard Satu Data Bencana Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, jumlah korban meninggal tercatat 260 orang, 72 orang dinyatakan hilang, dan 382 orang mengalami luka-luka. Adapun masyarakat terdampak dilaporkan mencapai 296.307 jiwa.
Pemerintah juga menyalurkan bantuan presiden melalui Dana Kemasyarakatan Presiden senilai Rp 268 miliar untuk daerah terdampak banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Bantuan tersebut masuk ke dalam APBD tiga provinsi serta 52 kabupaten/kota untuk mempercepat respons awal penanganan bencana.
Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyampaikan, setiap kabupaten/kota menerima alokasi Rp 4 miliar, sedangkan masing-masing provinsi memperoleh Rp 20 miliar. Skema ini disebut dirancang agar pemerintah daerah memiliki ruang fiskal segera untuk memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat.

