Kacang kerap dipilih sebagai camilan harian maupun hadiah. Namun, nilai gizi tiap jenis kacang dan biji-bijian tidak selalu sama. Ahli gizi Huang Shu-yi menekankan bahwa pemilihan jenis yang tepat dapat membantu mendukung kesehatan, dengan menyoroti tiga nutrisi kunci dari beberapa pilihan populer: kalsium, seng, dan omega-3 nabati.
Untuk kebutuhan kalsium, Huang menyebut wijen hitam sebagai pilihan yang menonjol. Kandungan kalsium dalam wijen hitam mencapai sekitar 1479 mg per 100 gram, sedangkan wijen putih sekitar 76 mg per 100 gram—selisih hampir 20 kali lipat. Ia menjelaskan, kalsium berperan dalam memperkuat tulang dan gigi, serta mendukung transmisi saraf dan kontraksi otot.
Sementara itu, biji labu disoroti karena kandungan protein dan magnesium, serta seng sekitar 8 mg per 100 gram. Menurut Huang, seng membantu pengaturan sistem imun dan proses pemulihan. Ia menambahkan bahwa biji chia dan biji bunga matahari juga dapat menjadi sumber seng, masing-masing sekitar 7 mg dan 6,2 mg per 100 gram.
Untuk omega-3 dari sumber nabati, Huang menyebut biji rami (flaxseed) dan biji chia sebagai pilihan umum, terutama bagi vegetarian. Kenari juga dikenal kaya asam alfa-linolenat (ALA), dengan kandungan sekitar 7114 mg per 100 gram, yang disebut dapat membantu mendukung kesehatan jantung dan otak.
Selain tiga fokus nutrisi tersebut, Huang turut menyinggung pistachio yang memiliki 22,4 gram protein dan 13,6 gram serat per 100 gram, serta 988 mg kalium yang berperan dalam pengaturan tekanan darah.
Meski kaya nutrisi, Huang mengingatkan bahwa kacang dan biji-bijian tergolong makanan padat gizi sehingga konsumsi harian sebaiknya dibatasi, cukup satu genggam kecil per hari. Ia juga mengimbau orang dengan gangguan fungsi ginjal atau yang perlu membatasi asupan kalium agar berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter atau ahli gizi sebelum mengonsumsi.

