BERITA TERKINI
Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Berbuka Puasa Bertahap untuk Menjaga Pencernaan

Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Berbuka Puasa Bertahap untuk Menjaga Pencernaan

Kebiasaan “balas dendam” saat berbuka puasa masih kerap dilakukan sebagian masyarakat. Setelah menahan lapar dan haus seharian, tidak sedikit orang langsung menyantap berbagai jenis makanan dalam jumlah besar. Padahal, pola berbuka seperti ini dapat berdampak kurang baik bagi kesehatan pencernaan.

Ahli Gizi RSIA Galeri Candra Malang, Novel Enayana Putri, A.Md.Gz, menjelaskan bahwa selama berpuasa sistem pencernaan bekerja lebih lambat karena tidak ada asupan makanan selama beberapa jam. Akibatnya, lambung memerlukan waktu untuk kembali beradaptasi saat mulai menerima makanan. “Saat puasa sistem pencernaan kita lebih lambat. Kalau langsung makan banyak, asam lambung bisa meningkat,” ujar Novel dalam program Kurma (Kisah Unik Ramadan) PRO 1 RRI Malang, Senin (9/3/2026).

Karena itu, ia menganjurkan agar berbuka dilakukan secara bertahap. Tahap awal dapat dimulai dengan minum air putih, dilanjutkan mengonsumsi makanan manis alami seperti kurma atau buah, sebelum beralih ke makanan utama. Menurut Novel, cara ini membantu lambung beradaptasi sehingga tidak “syok” setelah seharian tidak menerima makanan.

Novel menuturkan, bila seseorang langsung makan dalam jumlah banyak, sejumlah keluhan pencernaan bisa muncul. “Efeknya bisa perut kembung, mual, bahkan refluks atau naiknya asam lambung,” katanya. Kondisi tersebut terjadi karena lambung harus bekerja lebih keras setelah lama tidak aktif.

Selain memperhatikan cara berbuka, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan gizi. Menu berbuka disarankan tetap lengkap, mencakup karbohidrat, protein, sayur, buah, serta mencukupi kebutuhan air putih. Ia juga menyarankan untuk menghindari konsumsi berlebihan makanan berminyak dan manis agar tubuh tetap sehat selama Ramadan.