Maumere, 3 Maret 2026 — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali didistribusikan di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, pada Senin (2/3/2026). Penyaluran dimulai sekitar pukul 08.30 WITA dan dipusatkan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di sejumlah kecamatan.
Pelaksanaan distribusi berlangsung tertib, aman, dan lancar dengan pengawasan langsung dari personel Unit II Ekonomi Sat Intelkam Polres Sikka. Monitoring dilakukan untuk memastikan penyaluran berjalan sesuai prosedur sekaligus mengantisipasi potensi hambatan di lapangan.
MBG merupakan program prioritas nasional yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, terutama generasi muda dan kelompok rentan. Di Kabupaten Sikka, sasaran penerima manfaat meliputi peserta didik dari jenjang pendidikan dasar hingga menengah atas, ibu hamil, ibu menyusui, bayi dan balita yang terdata melalui Posyandu, serta tenaga pendidik.
Dalam distribusi kali ini, sebanyak 16 dapur SPPG yang telah memperoleh rekomendasi dari Badan Gizi Nasional (BGN) dilibatkan. Seluruhnya tersebar di sembilan kecamatan, yakni Alok, Alok Timur, Alok Barat, Kangae, Kewapante, Nita, Koting, Lela, dan Waigete.
Di Kecamatan Alok, lima SPPG menyalurkan porsi dalam jumlah besar. SPPG Alok 001 mendistribusikan 3.146 porsi, Alok 002 sebanyak 3.250 porsi, Alok 003 sebanyak 3.203 porsi, Alok 004 sebanyak 2.632 porsi, dan Alok 005 sebanyak 2.553 porsi.
Di Kecamatan Alok Timur, distribusi dilakukan oleh tiga dapur, masing-masing 3.096 porsi di Waioti, 2.859 porsi di Nangameting 002, dan 2.904 porsi di Nangameting 003. Sementara itu, Kecamatan Alok Barat melalui SPPG Wailiti 001 mencatat 3.400 porsi dalam satu hari.
Di Kecamatan Kangae, dua dapur SPPG menyalurkan 3.049 porsi di Bolawolon dan 2.811 porsi di Watuliwung. Kecamatan Kewapante melalui SPPG Waiara 001 mendistribusikan 3.487 porsi. Adapun Kecamatan Nita mencatat 2.970 porsi, Kecamatan Koting 2.266 porsi, Kecamatan Lela 2.917 porsi, dan Kecamatan Waigete 2.500 porsi.
Secara keseluruhan, jumlah distribusi MBG di Kabupaten Sikka pada hari itu mencapai 47.048 porsi. Menu yang disajikan mengikuti mekanisme dan petunjuk dari pusat pelayanan MBG, berupa kombinasi makanan basah dan kering yang terdiri dari nasi, lauk pauk, sayur-sayuran, dan buah.
Hingga laporan disampaikan, tidak ditemukan kendala berarti dalam proses pendistribusian. Koordinasi melibatkan pengelola SPPG, tenaga pendidik, kader Posyandu, serta unsur pengamanan dari Polres Sikka.

