Sebanyak 2.101 bisnis makanan dan minuman (food and beverage/F&B) di Singapura dilaporkan tutup sepanjang Januari hingga Juli 2026. Angka ini meningkat 25,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Penutupan ribuan usaha tersebut terjadi di tengah tekanan kenaikan biaya operasional serta lonjakan harga sewa, yang disebut menjadi faktor utama membebani pelaku usaha di sektor kuliner.