JAKARTA – Brand ayam krispi internasional ZHENGDA resmi memasuki pasar Indonesia dan menawarkan peluang kemitraan franchise bagi investor. Perusahaan menyebut skema ini ditujukan bagi pelaku usaha yang ingin menjalankan bisnis kuliner dengan sistem yang diklaim telah teruji di sejumlah negara Asia, disertai dukungan operasional dari tim profesional.
Masuknya ZHENGDA terjadi di tengah pertumbuhan konsumsi makanan cepat saji yang disebut meningkat lebih dari 8% per tahun. Mengusung konsep “Premium Crispy Chicken with Global Standards and Local Taste”, ZHENGDA menyatakan akan memadukan cita rasa ayam krispi khas Asia dengan penyesuaian terhadap selera konsumen Indonesia.
“Indonesia adalah pasar yang sangat potensial. Kami hadir tidak hanya membawa cita rasa ayam krispi khas Asia, tetapi juga sistem bisnis global yang mudah dijalankan oleh investor lokal,” kata Li Meng, President Director of Nanyang Food Management, perusahaan yang menaungi brand ZHENGDA, Ai-CHA, Ai-KA, dan BALIREN, dalam siaran pers, Senin (10/11/2025).
Dalam skema kemitraannya, ZHENGDA menawarkan dukungan mulai dari survei lokasi, pelatihan karyawan, manajemen operasional, hingga strategi pemasaran nasional. Perusahaan juga menyebut tim riset dan pengembangan (R&D) akan terus menyiapkan variasi menu baru yang mengikuti tren pasar dan selera lokal.
“Fokus kami bukan hanya menjual produk, tetapi menciptakan pengalaman kuliner modern dan menguntungkan bagi mitra maupun konsumen. Kami ingin ZHENGDA menjadi simbol bisnis ayam krispi premium yang memadukan kekuatan global dengan semangat lokal,” tambah Li Meng.
ZHENGDA menyatakan investasi awal yang ditawarkan tergolong terjangkau dengan sistem bisnis yang efisien. Perusahaan menargetkan periode balik modal 12–18 bulan, bergantung pada lokasi dan performa outlet. Skema tersebut diklaim dapat menjadi opsi bagi investor baru di industri F&B maupun pelaku usaha yang ingin memperluas portofolio bisnisnya.

