Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) semakin jeli memanfaatkan tren camilan kekinian yang terus berkembang, terutama di kalangan generasi muda. Varian rasa, tampilan produk, hingga strategi pemasaran menjadi faktor penting agar produk mampu bersaing di tengah ramainya bisnis kuliner.
Tren ini dinilai tidak hanya menciptakan peluang ekonomi baru, tetapi juga membuka lapangan kerja. Hal tersebut disampaikan Arni Purwanto, pelaku usaha kuliner, dalam program Santai Siang, Pro 2 RRI Sibolga, Selasa (12/5/2026).
Menurut Arni, tren camilan kekinian memberi dampak positif bagi perkembangan usahanya karena pelanggan kini menyukai makanan ringan yang unik dan praktis. Ia menilai konsumen tidak hanya mencari rasa, tetapi juga tampilan yang menarik dan mudah dibagikan di media sosial.
Untuk mengikuti perubahan selera pasar yang cepat, Arni mengaku terus bereksperimen dengan beragam varian rasa serta kemasan yang lebih modern. Inovasi, kata dia, menjadi kunci agar usaha tidak tertinggal oleh tren.
Selain inovasi produk, pemanfaatan media sosial dan marketplace juga menjadi andalan banyak UMKM dalam mempromosikan camilan. Arni menyebut penjualan online memberikan kontribusi besar terhadap peningkatan omzet usahanya.
Meski peluang terbuka lebar, Arni menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi UMKM, seperti persaingan yang semakin ketat dan fluktuasi harga bahan baku. Ia menekankan pentingnya menjaga konsistensi kualitas agar pelanggan tetap loyal.
Di sisi lain, dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah dan komunitas, dinilai penting untuk membantu UMKM berkembang. Pelatihan, akses permodalan, serta pendampingan bisnis disebut dapat menjadi solusi untuk meningkatkan daya saing.
Arni berharap semakin banyak program yang mendukung pelaku usaha kecil agar mampu bertahan dan berkembang di tengah perubahan tren. Ia juga berharap tren camilan kekinian terus mendorong lahirnya ide-ide kreatif dari pelaku UMKM di Indonesia.

