Wali Kota Tangerang Sachrudin menekankan bahwa masa depan kota tidak hanya ditopang pembangunan infrastruktur, tetapi juga investasi pada generasi yang sehat dan bergizi. Menurutnya, pemenuhan gizi menjadi modal penting untuk melahirkan anak-anak yang cerdas, berkualitas, dan berdaya saing.
Pernyataan tersebut disampaikan Sachrudin saat membuka Festival Pangan Beragam, Bergizi Seimbang, dan Aman (B2SA) di Plaza Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Selasa. Ia mengingatkan bahwa makanan yang disajikan tidak sekadar untuk mengenyangkan, melainkan harus bergizi dan seimbang.
“Kita harus memikirkan masa depan dan generasi penerus. Makanan yang disajikan bukan hanya untuk membuat kenyang, tetapi juga harus bergizi dan seimbang. Banyak bahan pangan lokal yang bisa diolah menjadi makanan dengan kandungan gizi yang baik,” kata Sachrudin.
Ia menegaskan, pemenuhan gizi bukan hanya soal menyediakan makanan untuk menghilangkan rasa lapar, tetapi memastikan setiap asupan mendukung kesehatan dan tumbuh kembang. Sachrudin menilai kecukupan gizi berperan penting dalam pertumbuhan fisik, kemampuan belajar, serta kualitas sumber daya manusia.
Untuk itu, ia mendorong agar edukasi mengenai pola konsumsi pangan sehat terus diperluas hingga menjadi kebiasaan sehari-hari di masyarakat. “Harapannya, anak-anak kita dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Bukan hanya sehat secara fisik, tetapi juga cerdas, sehingga kelak mampu meraih masa depan yang lebih baik dan hidup bahagia serta sejahtera,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Sachrudin juga menyampaikan pentingnya menyelaraskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan program di daerah. Menurutnya, upaya tersebut memiliki tujuan yang sama, yakni mendukung pemenuhan gizi dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
“Program MBG harus kita dukung dan selaraskan dengan program di daerah. Yang terpenting, makanan yang dikonsumsi benar-benar memenuhi kebutuhan gizi secara seimbang,” katanya.
Sachrudin mengingatkan bahwa pemenuhan gizi tidak semata-mata ditentukan oleh banyaknya makanan, tetapi oleh keseimbangan asupan sesuai kebutuhan tubuh. Ia menilai masyarakat perlu memahami pentingnya mengonsumsi pangan yang beragam, bergizi seimbang, dan aman.
“Pembangunan bukan hanya tentang gedung yang megah atau infrastruktur yang baik. Kita juga harus membangun manusianya. Sebab, kualitas sumber daya manusia sangat berkaitan dengan pemenuhan gizi. Makanan harus cukup, tidak berlebihan, dan yang paling penting, seimbang,” kata Sachrudin.