Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Pontianak melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (Pengabmas) yang berfokus pada pencegahan anemia di kalangan remaja putri. Kegiatan ini menyasar siswi SMP Negeri 2 Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, dengan salah satu program utamanya berupa inovasi Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bernama FeBean Choco.
FeBean Choco merupakan camilan berbahan dasar cokelat yang dipadukan dengan kacang hijau (Vigna radiata L.) serta difortifikasi zat besi (Ferrous Fumarate). Produk ini dikembangkan sebagai alternatif PMT yang disukai anak dan bernilai gizi tinggi, sekaligus diharapkan membantu pemenuhan kebutuhan zat besi harian siswi dengan cara yang lebih menyenangkan dibanding konsumsi obat.
Pihak sekolah menyambut kegiatan tersebut dengan antusias dan menyampaikan apresiasi atas kepedulian civitas akademika Poltekkes Kemenkes Pontianak. Melalui pembinaan dan pemeriksaan berkala, sekolah berharap para siswi dapat terhindar dari anemia sehingga lebih bersemangat belajar dan tumbuh menjadi remaja putri yang sehat, produktif, serta berprestasi.
Ketua tim Pengabmas, Mulyanita, menyatakan bahwa sinergi perguruan tinggi dan institusi pendidikan dasar diharapkan dapat memperkuat upaya pencegahan anemia di sekolah. Pernyataan itu disampaikan dalam keterangannya pada Rabu, 4 November 2026.
Kegiatan ini diketuai oleh Mulyanita bersama tim dosen Ayu Rafiony dan Septiana M Deba Ginting. Program mengusung tema “Pembinaan Kesejahteraan Keluarga Dalam Upaya Pencegahan Anemia Melalui Diversifikasi Olahan Pangan Dengan Fortifikasi Zat Besi Sebagai Alternatif PMT Anak Sekolah”, serta didampingi ahli gizi dari Puskesmas Sungai Raya Dalam, Suyanti.
Rangkaian kegiatan dilaksanakan dalam dua tahap. Pertemuan pertama digelar pada 17 Juni 2026. Tahap kedua yang semula dijadwalkan pada awal Juli sempat tertunda karena aktivitas sekolah diliburkan akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat. Setelah pembelajaran kembali aktif pada awal Oktober, tahap kedua akhirnya terlaksana pada Jumat, 16 Oktober 2026.
Dalam pelaksanaannya, siswi mendapatkan edukasi mengenai bahaya anemia, pengenalan gejala 5L (lesu, lelah, letih, lemah, lalai), pentingnya asupan zat besi, serta kepatuhan konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) secara rutin. Kegiatan juga disertai skrining melalui pemeriksaan kadar hemoglobin (Hb) darah bagi para siswi.
Untuk mendukung layanan kesehatan di lingkungan sekolah, tim Pengabmas turut menyerahkan sejumlah alat penunjang bagi Unit Kesehatan Sekolah (UKS) SMPN 2 Sungai Raya. Bantuan tersebut meliputi satu unit tensimeter digital, satu unit thermogun, satu set alat pemeriksaan Hb lengkap, satu unit alat ukur tinggi badan (microtoise), serta satu unit timbangan berat badan.