Sejumlah mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (FK Unsri) merampungkan program pengabdian masyarakat bertajuk SEHATI (Sehat, Aktif, Bergizi) di Palembang pada Oktober 2026. Tim yang dipimpin Muhammad Chaidar, Nadia Putri Syahira, dan Khanza Aulia Putri ini merancang SEHATI untuk merespons tantangan krisis gizi modern sekaligus membangun kesadaran pola hidup sehat pada anak-anak Gen Alpha.
Program SEHATI mengusung pendekatan “from knowing into doing”, yakni mendorong anak tidak hanya memahami materi kesehatan, tetapi juga mempraktikkannya. Dalam pelaksanaannya, tim menyasar 102 anak di empat lokasi di Kota Palembang, yaitu Lumbung Literasi Genlita (19 anak), Rumah Susun 26 Ilir (27 anak), Panti Asuhan Peduli Anak Yatim (28 anak), dan SD Negeri 156 Palembang (28 anak).
Kegiatan di setiap titik dikemas melalui media pembelajaran interaktif berbasis gim. Tim menggunakan permainan papan edukatif monopoli gizi bertema “Nutri-Canteen” serta simulasi “Isi Piringku” untuk mengenalkan kelompok makanan pokok, lauk-pauk, buah-buahan, dan sayuran. Selain sesi permainan kelompok, rangkaian program juga disertai pemeriksaan antropometri sederhana untuk memantau status gizi anak, serta aktivitas “Pohon Harapan” yang mengajak peserta menuliskan komitmen hidup sehat pada catatan tempel.
Evaluasi program dilakukan melalui pre-test dan post-test. Berdasarkan rekapitulasi data lapangan, seluruh lokasi menunjukkan peningkatan literasi gizi dengan rata-rata kenaikan pemahaman sebesar 18,89%. Di Lumbung Literasi Genlita, skor rata-rata meningkat dari 75,79% menjadi 94,03%. Di Rumah Susun 26 Ilir, pemahaman naik dari 74,32% menjadi 92,59%. Panti Asuhan Peduli Anak Yatim mencatat peningkatan dari 79,19% menjadi 95,28%, sedangkan SD Negeri 156 Palembang dari 71,00% menjadi 94,00%.
Tim menyebut seluruh tahapan program, mulai dari perencanaan, asesmen kebutuhan, penyusunan modul, pelatihan relawan (One Day Training), pembuatan media pembelajaran, hingga eksekusi lapangan, telah diselesaikan. Keterlibatan relawan dari unsur mahasiswa kedokteran Unsri serta dukungan mitra di masing-masing lokasi turut menunjang kelancaran pelaksanaan.
Melalui SEHATI, tim menilai penerapan ilmu kedokteran dan kesehatan masyarakat perlu hadir langsung di tengah masyarakat. Mereka berharap model edukasi kreatif berbasis permainan dapat terus menginspirasi pembiasaan hidup sehat pada anak sejak dini.