Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Palangka Raya (UPR) menggelar edukasi pola gizi seimbang bagi keluarga di Kelurahan Pahandut, Palangka Raya. Kegiatan tersebut berlangsung di Puskesmas Pembantu (Pustu) Pahandut pada Senin (26/10/2026).
Dalam kegiatan itu, sebanyak 20 ibu rumah tangga mengikuti pemaparan mengenai pentingnya pemenuhan nutrisi bagi balita. Ketua Jurusan Sosiologi FISIP UPR, Dr. Joni Rusmanto, M.Si., menyebut kegiatan ini sebagai wujud keterlibatan perguruan tinggi dalam memberikan kontribusi kepada masyarakat.
“Kegiatan ini merupakan bentuk keterlibatan nyata perguruan tinggi dalam memberikan kontribusi positif. Kami ingin membangun kepedulian bersama terhadap kesehatan keluarga, khususnya dalam memastikan pemenuhan gizi dan kesejahteraan balita agar mereka tumbuh optimal,” ujar Joni saat membuka acara.
Kepala Pustu Pahandut, Siti Wal Afiah, S.Tr.Keb., menyambut baik kolaborasi tersebut. Menurutnya, edukasi kesehatan dari kalangan akademisi membantu meningkatkan pemahaman para ibu mengenai kesehatan anak.
“Kami sangat mendukung dan mengapresiasi kolaborasi edukasi kesehatan ini. Kehadiran akademisi sangat membantu meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya menjaga pola hidup sehat serta memantau tumbuh kembang anak,” kata Siti.
Materi edukasi disampaikan oleh narasumber Wahyuni Nurqadriyani Bustan. Ia menjelaskan pentingnya menu harian yang bergizi, mulai dari pemilihan bahan makanan hingga penyesuaian nutrisi sesuai usia. Wahyuni juga menekankan peran ibu dalam membangun kebiasaan makan sehat di lingkungan rumah.
Kegiatan ini sekaligus merespons kondisi Kota Palangka Raya yang terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Selain edukasi, tim FISIP UPR membagikan masker serta vitamin kepada peserta untuk membantu melindungi kesehatan balita dari paparan polusi udara.
“Balita merupakan kelompok yang rentan terkena dampak paparan asap karhutla. Karena itu, selain gizi dari dalam, kita perlu membentengi kesehatan tubuh dengan vitamin serta masker untuk mengurangi paparan polusi udara,” pungkas Wahyuni.