BERITA TERKINI
Viral Pasangan Gen Z Pilih Akad di KUA Tanpa Resepsi, Sore Hari Langsung Berlibur

Viral Pasangan Gen Z Pilih Akad di KUA Tanpa Resepsi, Sore Hari Langsung Berlibur

Tren pernikahan minimalis kian diminati generasi muda yang memilih menekankan makna acara dibanding kemewahan. Salah satunya terlihat dari unggahan akun TikTok @hanahindayanti yang menampilkan momen pernikahan sederhana pasangan generasi Z di Kantor Urusan Agama (KUA) tanpa menggelar resepsi.

Dalam video tersebut, prosesi akad nikah berlangsung pada pukul 08.00 dengan suasana khidmat. Pasangan pengantin tampak mengenakan busana putih yang sederhana. Acara juga disebut hanya dihadiri keluarga inti, tanpa dekorasi besar maupun tenda seperti pada pesta pernikahan umumnya.

Menariknya, setelah akad selesai, pasangan ini tidak menjalani rangkaian acara resepsi. Pada pukul 16.00, keduanya memilih menghabiskan waktu bersama dengan beristirahat dan menikmati suasana alam. Pilihan ini kemudian memicu beragam respons warganet, termasuk pujian karena dinilai lebih efisien dari sisi biaya dan memberi ruang bagi kenyamanan mental pengantin baru.

Unggahan tersebut telah ditonton lebih dari 574,4 ribu kali dan dibanjiri komentar. Sejumlah warganet menyampaikan keinginan untuk melakukan hal serupa, meski ada juga yang menyinggung pertimbangan keluarga serta tradisi. Ada pula komentar yang mempertanyakan soal kebiasaan menghadiri undangan pernikahan kerabat dan teman sebagai bentuk timbal balik sosial.

Dalam konfirmasi kepada Wolipop, pengantin perempuan bernama Hana Sajidah (24) menjelaskan bahwa ia menikah dengan Andri (26), pasangan asal Subang, Jawa Barat. Akad nikah mereka berlangsung pada 12 Januari 2026 di Masjid KUA Tanjungsiang, Subang.

Hana mengatakan keputusan menikah di KUA diambil karena ia dan suaminya sama-sama bekerja di bidang pernikahan, yakni sebagai tim makeup dan videografer. Keduanya mengaku tidak ingin repot menggelar pesta setelah sering terlibat dalam berbagai acara pernikahan.

“Kebetulan kita berdua bekerja di bidang wedding, saya sebagai team makeup dan suami sebagai videografer. Karena terlalu sering weddingan dan udah mengenal dunia wedding, akhirnya kita memutuskan buat nikah sederhana di KUA agar tabungan kita dipakai buat setelah menikah saja,” ujar Hana.

Ia menambahkan, meski sempat ada keraguan dari pihak keluarga karena dirinya merupakan anak bungsu, komunikasi yang baik akhirnya membuat keluarga menerima keputusan tersebut. Seusai prosesi di KUA, Hana menyebut mereka hanya mengadakan makan bersama keluarga inti dan teman dekat, tanpa pesta resepsi.

Biaya yang dihemat, menurut Hana, dialihkan untuk kebutuhan yang lebih produktif, seperti modal usaha dan kehidupan sehari-hari setelah menikah. Di akhir pernyataannya, Hana berpesan agar pasangan yang merencanakan pernikahan tetap realistis dan tidak memaksakan diri demi memenuhi ekspektasi orang lain.

“Pokoknya jangan gengsi buat nikah sederhana, boleh-boleh aja kalo kalian punya wedding dreams yang sudah direncanain dan budget yang sesuai, tapi jangan sampai memaksakan dan membuat buntung di akhir cerita,” tutupnya.