BERITA TERKINI
Vicky Nitinegoro Kembangkan Sego Tempong Negoro hingga Enam Cabang, Tekankan Pentingnya Partner Bisnis yang Tepat

Vicky Nitinegoro Kembangkan Sego Tempong Negoro hingga Enam Cabang, Tekankan Pentingnya Partner Bisnis yang Tepat

Aktor sekaligus DJ Vicky Nitinegoro semakin serius mengembangkan bisnis kulinernya. Usaha makanan yang dirintisnya, Sego Tempong Negoro, kini telah memiliki enam cabang.

Vicky mengatakan ekspansi tersebut merupakan bagian dari impiannya sejak lama untuk memiliki usaha di bidang kuliner. Ia ingin menyajikan makanan yang tidak hanya lezat, tetapi juga terjangkau bagi masyarakat luas.

Saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Senin (15/9/2025), Vicky menyebut enam cabang Sego Tempong Negoro saat ini berada di tiga kota. “Udah enam sekarang, di Jakarta, Surabaya sama Bogor,” ujarnya.

Ia mengaku senang melihat respons masyarakat terhadap konsep makanan yang ia sebut sebagai “makanan rakyat”. Menurutnya, kepuasan tersendiri muncul ketika bisa menghadirkan makanan enak dengan harga yang ramah di kantong. “Next nya mudah-mudahan doakan aja kalau karena ini kan makanan murah ya, makanan rakyat, murah, enak jadi respon dari masyarakat juga bagus, ya gue senang aja bisa lihat orang makan enak tapi harganya murah,” katanya.

Dalam membangun bisnis, Vicky menilai salah satu kunci utama adalah menemukan rekan usaha yang tepat. Ia bahkan menganalogikan proses mencari partner bisnis seperti memilih pasangan hidup yang akan menjadi “istri kedua”.

Vicky mengaku tidak terburu-buru dalam menentukan rekan bisnis karena merasa cukup selektif. “Hmmm, apa ya, nunggu momennya sih sebenarnya. Karena sebenarnya bisa aja dari dulu-dulu, cuma kayak, gue orangnya picky banget jadi gue harus benar-benar dapat partner yang benar-benar, kayak cari pacar ya, kan bisa dibilang istri,” ungkapnya.

Selain soal pengembangan usaha, Vicky juga memastikan dirinya turun langsung ke setiap cabang. Ia memeriksa kualitas dan kebersihan, sekaligus membangun hubungan yang hangat dengan karyawan agar suasana kerja tidak kaku.

“Kebersihan, gue pengen staff atau karyawan gue kerja seperti di rumah sendiri, gak ada batasan terlalu kaku gitu ya, jadi takut kerjanya,” tuturnya.

Vicky menambahkan, ia kerap datang ke outlet untuk bercanda, memberi masukan, dan menilai layanan dari sudut pandang pembeli. “Jadi gue sering-sering dateng ke outlet, bercanda-canda, kasih masukan, karena gue kalah dateng ke warung itu memposisikan diri sebagai pembeli, jadi kalau ada yang kurang atau ada yang salah, gue kasih tau,” pungkasnya.