BERITA TERKINI
UMKM Kuliner Diminta Adaptif Hadapi Perubahan Gaya Hidup dan Tren Teknologi Generasi Muda

UMKM Kuliner Diminta Adaptif Hadapi Perubahan Gaya Hidup dan Tren Teknologi Generasi Muda

Perubahan gaya hidup dan pesatnya perkembangan teknologi dinilai mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kuliner untuk terus beradaptasi dengan kebutuhan konsumen, terutama generasi muda. Hal itu disampaikan General Manager Red Coffee dan Cikiluks Indonesia, Alwi Husin Al Hamid, dalam program Catur Laras Jagongan UMKM RRI Malang, Rabu (9/11/2026).

Alwi menilai karakter konsumen saat ini berbeda dibandingkan era 1990-an. Jika sebelumnya tempat kuliner lebih banyak menyasar segmen keluarga, kini generasi muda menjadi pasar penting dengan kebutuhan yang semakin beragam, mulai dari harga terjangkau hingga kenyamanan tempat untuk beraktivitas.

“Sekarang ingin sesuatu yang cepat, yang mudah, yang murah, yang bisa dengan fasilitas yang enak nongkrongnya,” ujar Alwi.

Menurutnya, tempat kuliner kini tidak lagi hanya berfungsi sebagai lokasi makan. Generasi muda juga memanfaatkannya untuk mengerjakan tugas, bertemu teman, hingga bersosialisasi. Perubahan perilaku tersebut, kata dia, menjadi peluang bagi UMKM kuliner untuk menghadirkan konsep usaha yang selaras dengan kebutuhan dan kebiasaan konsumen.

Alwi juga mendorong pelaku usaha agar terbuka terhadap gagasan dan kreativitas generasi muda. Ia menilai tren yang bergerak cepat menuntut kolaborasi antargenerasi agar pelaku usaha mampu melahirkan inovasi sekaligus membaca perubahan selera pasar. “Kita harus mendekati pengunjung, kita harus mendekati maunya pasar kayak gimana,” katanya.

Ia menegaskan inovasi dan kemampuan memahami kebutuhan konsumen menjadi kunci agar bisnis kuliner tetap bertahan dan berkembang di tengah persaingan. Selain menjaga kualitas produk, pelaku UMKM dinilai perlu menghadirkan pengalaman yang sesuai dengan gaya hidup konsumen agar mampu menarik dan mempertahankan pelanggan.