Program Studi Gizi Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Brawijaya (UB) berkolaborasi dengan Department of Dietetics, Faculty of Medicine and Health Sciences, Universiti Putra Malaysia (UPM) menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat internasional di dua sekolah dasar di Malaysia.
Kegiatan yang merupakan bagian dari program Dosen Berkarya (DOKAR) 2026 tersebut dilaksanakan di Sekolah Rendah Islam Integrasi Bestari (SRIBEST) dan Sekolah Rendah Islam Ar Raudhah pada 8 Oktober 2026.
Mengusung tema “Misi Wira Sihat – Kenali Probiotik, Pinggan Sihat & Badan Aktif”, program ini bertujuan menanamkan pemahaman mengenai gizi seimbang dan pola hidup sehat sejak usia dini.
Sejumlah akademisi dan praktisi gizi dari kedua institusi terlibat dalam pelaksanaan kegiatan, di antaranya Prof. Dr. Barakatun Nisak Mohd Yusof, Dr. Fajar Ari Nugroho, S.Gz., M.Kes., Dr. Nor Baizura Md. Yusop, Ummu Ditya Erliana, MS, PhD, RD, Widyah Rahmawati, S.Gz., M.Gizi., Ph.D., serta jajaran dietisien.
Kolaborasi lintas negara ini disebut sebagai bagian dari komitmen kedua universitas dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Program ini dikaitkan dengan SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui promosi kesehatan dan pencegahan obesitas sejak dini, SDG 4 (Quality Education) melalui edukasi gizi yang inklusif dan berkualitas, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) yang menekankan kemitraan global.
Dalam sambutannya, perwakilan tim pelaksana menyampaikan bahwa edukasi gizi untuk anak sekolah dasar memerlukan pendekatan kreatif dan aplikatif. Melalui program ini, tim berharap siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mempraktikkan pemilihan makanan sehat dalam kehidupan sehari-hari.
Alih-alih penyuluhan konvensional, tim merancang metode pembelajaran yang interaktif. Para siswa diajak bernyanyi dan bergerak melalui lagu “Suku-Suku Separuh”. Materi tentang probiotik dikenalkan lewat visualisasi “Taman Usus”, sementara konsep “Pinggan Sihat” diperkenalkan dengan pembagian porsi makan: setengah bagian sayur dan buah, seperempat karbohidrat, dan seperempat protein, disertai anjuran konsumsi air putih yang cukup.
Untuk menguji pemahaman, kegiatan dilengkapi kuis interaktif “Permainan Pantas”. Siswa diminta merespons pernyataan seputar kebiasaan sarapan, konsumsi gula berlebih pada minuman kemasan, hingga kebiasaan mengonsumsi makanan cepat saji.
Siswa yang menyelesaikan seluruh tantangan mendapatkan lima “Lencana Wira Sihat”, yakni Probiotik, Pinggan Sihat, Air Kosong, Snek Sihat, dan Jom Bergerak yang merujuk pada aktivitas fisik 60 menit per hari.
Pihak SRIBEST dan Ar Raudhah menyambut baik program ini dan menilai pendekatan edukatif yang digunakan relevan serta mudah dipahami anak-anak. Ke depan, UB dan UPM menyatakan komitmen untuk terus memperkuat kolaborasi lintas negara guna mendukung terbentuknya generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing sejalan dengan agenda pembangunan global berkelanjutan.