The World Delegates Club (TWDC) mengajak puluhan pelajar dan mahasiswa mengikuti kunjungan edukatif ke Franchise & License Expo Indonesia (FLEI) 2025 di Jakarta Convention Center. FLEI dikenal sebagai pameran waralaba dan lisensi berskala besar di Indonesia, yang menghadirkan beragam merek dari berbagai sektor usaha.
Dalam kegiatan ini, peserta tidak hanya berkeliling area pameran, tetapi juga mendapat kesempatan berdialog langsung dengan manajemen sejumlah brand. Mereka mempelajari gambaran praktik bisnis waralaba, mulai dari sistem operasional hingga strategi ekspansi, serta menggali informasi teknis seperti kebutuhan modal awal dan skema kemitraan.
CEO TWDC Mirta Sari mengatakan kunjungan tersebut dirancang untuk memberi pemahaman yang lebih konkret kepada generasi muda yang tertarik berwirausaha. “Kami ingin memastikan generasi muda tidak hanya dapat inspirasi saja, tapi juga pemahaman konkret tentang bagaimana memulai dan menjalankan bisnis franchise—mulai dari modal awal, sistem operasional, hingga strategi ekspansi,” ujarnya.
Mirta menilai akses langsung ke dunia profesional dapat membantu menjembatani kesenjangan antara teori dan praktik. Menurut dia, pengalaman lapangan membuat peserta melihat peluang usaha sebagai sesuatu yang lebih terukur dan dapat dipelajari. “Anak muda sekarang haus akan pengalaman. Dan lewat kegiatan seperti FLEI, mereka bisa melihat langsung bahwa membangun usaha itu bukan sekadar mimpi—tapi sesuatu yang bisa diraih, asal tahu pintunya,” tambahnya.
Selama kunjungan, peserta menjelajahi berbagai model bisnis franchise dari sektor makanan dan minuman, ritel, jasa, hingga edukasi. Salah satu peserta, Bina, menyebut kegiatan tersebut mengubah pandangannya tentang waralaba. “Selama ini saya pikir franchise itu hanya untuk orang yang punya modal besar. Tapi setelah ketemu langsung dengan brand-brand di sini, ternyata banyak yang bisa dimulai dengan skala kecil dan sistemnya jelas. Kalau tidak ikut bareng TWDC, saya nggak akan pernah tahu,” katanya.
Selain pembelajaran, kunjungan ini juga membuka ruang jejaring antara peserta dan pelaku industri. Franchise Manager Alfamart Regional 3, Riro Chandra, mengapresiasi inisiatif tersebut. “Saya cukup antusias dengan program seperti ini di FLEI. Kami berharap bisa terus bekerja sama dengan TWDC dalam membuka akses bagi generasi muda,” ujarnya.
TWDC menyatakan fokusnya tidak hanya menyiapkan generasi muda yang siap kerja, tetapi juga siap usaha. Melalui pengalaman langsung seperti di FLEI, peserta diperkenalkan pada prinsip dasar kewirausahaan, termasuk membangun sistem, menjaga kualitas, dan mengembangkan brand yang berkelanjutan.
Ke depan, TWDC berencana memperluas akses pembelajaran ke sektor lain, seperti keuangan, teknologi, green jobs, hingga startup. Mirta menegaskan tujuan program-program tersebut adalah membangun ekosistem pengembangan yang lebih menyeluruh bagi generasi muda. “Kami ingin mereka tidak hanya jadi bagian dari sistem, tapi juga mampu menciptakan sistem baru yang lebih relevan dan berdampak,” ujarnya.
TWDC merupakan platform pengembangan diri bagi siswa dan mahasiswa dengan tiga pilar utama: Experience, Character & Skill, dan Networking. Sementara FLEI adalah pameran bisnis tahunan yang mempertemukan berbagai peluang waralaba dan lisensi lintas sektor, serta menjadi ruang pertemuan bagi pelaku usaha, investor, dan kalangan muda yang ingin memahami bisnis secara lebih dekat.

