BERITA TERKINI
Tren “Chinamaxxing” Ramai di TikTok, Gen Z Ikut Mengadopsi Gaya Hidup ala Tiongkok

Tren “Chinamaxxing” Ramai di TikTok, Gen Z Ikut Mengadopsi Gaya Hidup ala Tiongkok

Fenomena “Chinamaxxing” belakangan ramai diperbincangkan di TikTok dan menarik perhatian generasi Z yang mengikuti perkembangan gaya hidup global. Tren ini merujuk pada upaya meniru pola hidup modern yang berkembang di Tiongkok, mulai dari kedisiplinan, efisiensi waktu, hingga pilihan berpakaian yang sederhana.

Akademisi University of Hong Kong, Zhang Xinzhie, mencatat adanya peningkatan pesat penyebaran budaya melalui kekuatan lunak (soft power). Menurutnya, perkembangan itu terlihat dari semakin luasnya distribusi produk budaya yang kemudian ikut membentuk percakapan di ruang digital.

“Faktor-faktor ini telah menggabungkan topik-topik terkait China ke dalam wacana digital arus utama. Berpotensi memicu rasa ingin tahu yang terpendam dan beresonansi dengan audiens,” kata Zhang dalam keterangan pers yang diterima RRI, Rabu, 25 Maret 2026.

Zhang menilai tren ini menampilkan pandangan kehidupan sehari-hari yang lebih akar rumput dan beresolusi tinggi. Ia menyebut, hal yang membedakan Chinamaxxing adalah fokus pada gaya hidup orang biasa dan momen-momen kecil, bukan semata menonjolkan sisi glamor.

Sejumlah konten dengan tagar terkait memperlihatkan rutinitas harian yang terstruktur dan produktif. Para kreator juga membagikan tips belajar serta strategi meningkatkan fokus dalam aktivitas sehari-hari.

Selain itu, tren ini turut menonjolkan pola makan sehat dan kebiasaan hidup minimalis. Unsur tersebut dinilai sejalan dengan semangat pengembangan diri yang banyak diminati anak muda.

Popularitas Chinamaxxing juga didorong oleh algoritma media sosial yang mempercepat penyebaran konten. Video bertema serupa dapat dengan cepat menjangkau pengguna di berbagai negara dan memperluas jangkauan tren.

Di Indonesia, tren ini mulai diadaptasi oleh sejumlah kreator lokal dengan sentuhan budaya setempat. Mereka mencoba menggabungkan nilai global dengan kebiasaan sehari-hari yang dianggap lebih relevan.

Meski banyak konten menampilkan sisi positif, sebagian pengamat mengingatkan pentingnya sikap kritis saat mengikuti tren. Tidak semua gaya hidup dari luar negeri dapat diterapkan tanpa penyesuaian konteks.

Masyarakat diharapkan dapat mengambil sisi baik dari tren tersebut tanpa kehilangan identitas budaya. Edukasi dan literasi digital disebut menjadi kunci agar tren yang berkembang di media sosial dapat memberi dampak yang positif.