Tren bertajuk “What’s My Curse” tengah viral di media sosial. Lewat tren ini, warganet ramai-ramai membagikan “kutukan” versi mereka, yang merujuk pada kebiasaan negatif atau pola perilaku yang dianggap menghambat kehidupan sehari-hari.
Konten yang dibagikan umumnya berasal dari hasil percakapan dengan chatbot. Setelah mengajukan pertanyaan “What’s my curse?”, pengguna kemudian mengunggah jawaban chatbot tersebut, seolah menjadi cerminan kelemahan atau kebiasaan buruk yang selama ini sulit diubah.
Fenomena ini memicu beragam respons karena menyentuh isu personal dan psikologis. Di satu sisi, tren tersebut dinilai menarik karena memberi ruang bagi orang untuk merefleksikan diri. Namun di sisi lain, penyematan istilah “kutukan” pada diri sendiri juga dapat memengaruhi cara seseorang memandang masalah yang sebenarnya berkaitan dengan kebiasaan atau pola pikir.

