BERITA TERKINI
Tren Viral 'What's My Curse' Jadi Cara Baru Refleksi Diri Lewat Chatbot AI

Tren Viral 'What's My Curse' Jadi Cara Baru Refleksi Diri Lewat Chatbot AI

Tren bertajuk “What’s my curse” sempat ramai di media sosial dalam beberapa waktu terakhir. Dalam tren ini, warganet membagikan tangkapan layar percakapan dengan chatbot kecerdasan buatan (AI) ChatGPT untuk menanyakan “kutukan” pribadi—yang merujuk pada perasaan atau kebiasaan negatif dalam hidup.

Melalui percakapan tersebut, ChatGPT umumnya memberikan jawaban yang menggambarkan pola perilaku atau kecenderungan yang dianggap menghambat seseorang. Contoh respons yang kerap muncul antara lain seperti kebiasaan menolong orang lain tetapi melupakan diri sendiri, atau memiliki banyak ide bagus namun tidak berani mengeksekusinya.

Seiring menyebar luas, tren ini kemudian dimanfaatkan sebagai cara sederhana untuk melakukan refleksi diri. Alih-alih melalui proses yang panjang, sebagian orang memilih menggunakan chatbot AI untuk memancing pemikiran tentang kebiasaan, emosi, dan pola yang dirasa berulang dalam kehidupan sehari-hari.

Psikolog klinis Ghina Sakinah Safari menilai kemunculan tren tersebut menunjukkan besarnya kebutuhan masyarakat untuk melihat diri secara reflektif. Ia menjelaskan, jawaban chatbot AI cenderung bersifat umum, tetapi dekat dengan pengalaman banyak orang, sehingga kerap terasa akurat bagi pengguna.