Tren baru bernama “aura farming” belakangan ramai diperbincangkan warganet dunia dan ikut menarik perhatian sejumlah selebritas global. Menariknya, tren ini disebut berangkat dari tradisi budaya khas Riau, yakni Pacu Jalur yang digelar di Teluk Kuantan, Kabupaten Kuantan Singingi.
Istilah “aura farming” merujuk pada momen ketika seseorang terlihat memancarkan pesona atau aura positif secara maksimal. Dalam berbagai video yang beredar, hal itu ditunjukkan lewat gerak tubuh, ekspresi wajah, maupun energi yang dinilai karismatik dan penuh percaya diri. Di TikTok, istilah tersebut kerap dipakai untuk menggambarkan aksi atau penampilan yang dianggap “memanen” aura seseorang hingga terlihat berdaya tarik kuat.
Sumber inspirasi tren ini dikaitkan dengan Tari Anak Coki, tarian khas yang menjadi bagian dari lomba dayung tradisional Pacu Jalur. Dalam perlombaan, setiap tim perahu membawa seorang penari cilik di haluan untuk membakar semangat para pendayung. Sosok penari cilik inilah yang dikenal sebagai Anak Coki.
Pacu Jalur merupakan tradisi yang disebut telah berakar sejak abad ke-17. Pada awalnya, kegiatan ini menjadi bagian dari ritual kerajaan, lalu berkembang menjadi ajang perlombaan rakyat. Laman Kota Jalur mencatat, pada masa itu jalur—perahu kayu sepanjang 25 hingga 40 meter—menjadi transportasi utama warga di sepanjang Sungai Kuantan.
Pada masa kolonial Belanda, balapan perahu tradisional ini digunakan untuk kenduri rakyat dan perayaan ulang tahun Ratu Wilhelmina yang kala itu diperingati setiap 31 Agustus. Saat ini, festival Pacu Jalur rutin digelar setiap Agustus di Tepian Narosa, Teluk Kuantan. Perhelatan tersebut menampilkan ratusan perahu dengan 40 sampai 60 atlet dayung, dentuman meriam pembuka, serta satu penari di setiap haluan.
Pacu Jalur telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, serta sejak 2020 menjadi bagian dari kalender pariwisata nasional. Antusiasme publik juga disebut tinggi. Pada 2019, tercatat lebih dari 50 perahu dan 750 pendayung berpartisipasi, dengan jumlah penonton yang membeludak hingga ratusan ribu orang. Pemerintah setempat pun aktif menjadikan Pacu Jalur sebagai salah satu daya tarik wisata unggulan di Riau.
Viralnya tren “aura farming” turut dikaitkan dengan penampilan seorang Anak Coki bernama Dika. Dalam video yang beredar, Dika tampil mengenakan kacamata hitam dan pakaian adat serba hitam. Ia menari lincah di ujung perahu tim Tuah Koghi sambil menjaga keseimbangan di atas aliran sungai. Aksinya disebut karismatik dan penuh energi, hingga videonya ditonton jutaan kali dan menuai pujian dari berbagai penjuru dunia.
Warganet menilai aura percaya diri Dika begitu kuat sehingga ia dijuluki “aura boy”, sementara penampilannya disebut sebagai contoh “aura farming”. Kepopuleran itu kemudian memicu gelombang unggahan ulang dan parodi di media sosial.
Sejumlah akun resmi klub sepak bola dunia, seperti Paris Saint-Germain (PSG) dan AC Milan, turut mengunggah ulang video tersebut. Tren ini juga diikuti figur publik lain. Pemain NFL Amerika Serikat Travis Kelce, yang juga dikenal sebagai kekasih Taylor Swift, mengunggah video mengikuti tren ini di TikTok pada Rabu (2/7) dengan keterangan “Aura has been farmed” serta menyertakan tagar #Indonesia, #boatkid, dan #aurafarming.
Di Indonesia, artis Luna Maya mengunggah video berjoget mengikuti tren tersebut pada Jumat (4/7) dengan keterangan “Local pride? Checked. Aura farming? Double checked!”. DJ internasional Steve Aoki juga tampak menari di tengah konsernya dan menambahkan keterangan “aura farming” di TikTok pada Minggu (6/7). Sejumlah selebritas Tanah Air lainnya, seperti Ruben Onsu, Ayu Ting Ting, dan Wendy Cagur, juga tampil kompak melakukan “aura farming” dalam unggahan di akun TikTok acara tersebut.
Dengan semakin banyaknya tokoh dan akun besar yang ikut meramaikan, “aura farming” terus meluas sebagai tren video, sembari menarik perhatian publik pada tradisi Pacu Jalur dan peran Anak Coki dalam perlombaan tersebut.

